PERBEDAAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA KELAS XI IPS SMA KARTIKA XX-2 KENDARI

La Salim, La Harudu, La Salim, La Harudu
2016 Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi   unpublished
1 Alumni Pendidikan Geografi FKIP UHO 2 Dosen Pendidikan Geografi FKIP UHO Abstrak: Penelitian ini bertujuan Untuk: 1) Mengetahui deskripsi hasil belajar geografi siswa yang diajar dengan menggunakan model PBL pada kelas XI IPS SMA Kartika XX-2 Kendari, 2) Mengetahui deskripsi hasil belajar geografi siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran problem solving pada kelas XI IPS SMA Kartika XX-2 Kendari, 3) Menguji signifikansi perbedaan antara nilai rata-rata pre-tess siswa pada kelas
more » ... ss siswa pada kelas yang diajar dengan model PBL dengan nilai rata-rata pre-test siswa pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran problem solving pada kelas XI IPS SMA Kartika XX-2 Kendari, 4) Menguji signifikansi perbedaan antara nilai rata-rata post-test siswa pada kelas yang diajar dengan model PBL dengan nilai rata-rata post-test siswa pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran problem solving pada kelas XI IPS SMA Kartika XX-2 Kendari, 5) Menguji signifikansi perbedaan antara rata-rata gain siswa pada kelas yang diajar dengan model PBL dengan rata-rata gain siswa pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran problem solving pada kelas XI IPS SMA Kartika XX-2 Kendari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan awal siswa, dan setelah diberi perlakuan model PBL pada kelas eksperimen dan model pembelajaran problem solving pada kelas kontrol menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan akhir pada kedua kelas sampel. Kata kunci: Model Problem Based Learning, Pembelajaran Problem Solving, Hasil Belajar, Pretest, Posttest, Gain PENDAHULUAN Masalah yang masih saja ada selama ini dalam kegiatan pembelajaran yaitu masih banyak yang guru menggunakan metode pembelajaran yang cenderung sama setiap kali proses pembelajaran berlangsung. Metode yang sering digunakan adalah metode konvensional, dimana metode konvensional ini, pembelajaran terlalu banyak berpusat pada guru (teacher centered). Pada pembelajaran yang cenderung terpusat kepada guru (teacher centered), sebagian besar aktivitas pembelajaran dilakukan oleh guru, sedangkan siswa bersifat pasif (hanya menerima informasi dan kurang memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas) sehingga membuat proses pembelajaran di kelas menjadi membosankan dan peserta didik menjadi kurang tertarik untuk mengikuti pelajaran. Pembelajaran semacam inilah untuk masa sekarang dipandang kurang efektif. Bila dalam proses pembelajaran geografi di kelas, guru masih belum mampu menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakter siswa yang diajarnya atau dengan kata lain guru belum dapat mengaplikasikan model pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi yang diembannya, akan
fatcat:rmfoj56dl5ebbgu5yypqhp6siq