Politik Tubuh Perempuan: Bumi, Kuasa, dan Perlawanan

Daniel Susilo, Abdul Kodir
2016 Jurnal Politik  
ABSTRAK Tubuh perempuan dan eksistensi menjadi bagian yang keduanya saling mengikat. Tubuh menjadi titik awal mengenai eksistensi perempuan itu sendiri. Tubuh perempuan sebagai komoditas dan instrumen politik dalam sejarahnya tidak dapat dilepaskan dari anggapan tubuh perempuan sebagai sesuatu yang berbahaya bila tidak dikendalikan. Beragam kebijakan kuasa dilakukan demi kontrol penuh atas tubuh perempuan. Perempuan sendiri sebagai empunya tubuh tidak berdaya melawan kontrol dan kuasa atas
more » ... dan kuasa atas tubuhnya. Perlawanan tersebut akan dengan mudahnya dilabeli bukan perempuan baik-baik. Kendali negara atas tubuh tersebut justru dianggap bentuk kehadiran negara dengan dalih kemaslahatan umum. Dalam telaah lain, Foucault dan ekofeminisme hadir untuk merangkai pergolakan melawan kuasa atas tubuh perempuan tersebut. Terbentuknya kekuasaan atas seksualitas dilakukan melalui pendisiplinan tubuh dan politik populasi untuk meregulasi tingkat pertumbuhan penduduk. Foucault mengkritisi segenap upaya untuk mengendalikan tubuh perempuan. Beragam kebijakan yang lebih ekstrem dengan aksi nyata dalam melibatkan diri dengan lingkungan (bumi). Artikel ini bertujuan ini membuktikan tentang kekuasaan melalui aparaturnya mengendalikan tubuh perempuan melalui kebijakan reproduksi. Tulisan ini juga menggambarkan korelasi penguasaan tubuh perempuan dengan bumi, dalam kaitannya dengan pandangan ekofeminisme. Ekofeminisme juga mengambil jalan lebih ekstrem dengan terlibat langsung dalam upaya penyelamatan bumi, area yang menjadi sentuhan pertama tubuh perempuan. Kepedulian pada tubuh perempuan berarti peduli pula dengan kelangsungan masa depan manusia. Kata kunci: politik tubuh, perempuan, bumi, kuasa, perlawanan ABSTRACT The women's body in relation with the concept of existence is mutually binding. Body becomes a starting point to look at the existence of women themselves. The women's as commodity and political instrument historically cannot be separated as the former is in many occasions seen as dangerous, especially if it is uncontrolled. Various policies have been produced by authorities as the expression of control over women's bodies.
doi:10.7454/jp.v1i2.19 fatcat:jukdovwrsbhr5dtseeb3hy5bxm