Kisah Al-Qur'an dalam Tinjauan Sains (Studi atas Serial Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI)

Faizin Faizin
2020 AL QUDS Jurnal Studi Alquran dan Hadis  
This article discusses the pattern of integration of religion and science in the book series Tafsir Ilmi "Kisah Nabi Pra-Ibrahim dalam Perspektif Al-Qur"an dan Sains.‖ This descriptive-qualitative research uses the quantum integration theory Nidhal Guessoum (2011) through library research. The results of this study show that there are three patterns of integration that are strictly applied in the work. First, the pattern of integration of the story of the Qur'an and science emphasizes the
more » ... mphasizes the principle that there is no contradiction between the Qur'an and science, both in terms of source, purpose, method, and content. Second, it can be seen that the application of multiple layered interpretation patterns in the work confirms that there is no single truth in explaining the historical information of human civilization. Third, the theological falsification pattern proves the existence of methodological and metaphysical aspects. The methodological aspect shows that there is a valid presentation of scientific data. The metaphysical aspect of the Qur'anic story advocates the internalization of moralspiritual values for the reader. Keywords: The story of the Qur'an, science, interpretation of science, integration Abstrak. Artikel ini membahas pola integrasi agama dan sains dalam seri buku Tafsir Ilmi "Kisah Nabi Pra-Ibrahim dalam Perspektif Al-Qur"an dan Sains.‖ Penelitian kualitatifdeskriptif ini menggunakan teori integrasi kuantum Nidhal Guessoum (2011) melalui telaah perpustakaan (library research). Hasil penelitian ini memperlihatkan ada tiga pola integrasi yang diterapkan secara ketat dalam karya tersebut. Pertama, pola integrasi kisah al-Qur'an dan sains menekankan prinsip tidak ada pertentangan antara al-Qur'an dan sains, baik pada sisi sumber, tujuan, metode, maupun konten. Kedua, terlihat adanya penerapan pola penafsiran berlapis dalam karya tersebut yang menegaskan bahwa tidak ada kebenaran tunggal dalam menjelaskan informasi kesejarahan peradaban manusia. Ketiga, pola falsifikasi teistik membuktikan adanya aspek metodologi dan metafisik. Aspek metodologi memperlihatkan adanya penyajian data ilmiah yang valid. Aspek metafisik dari kisah al-Qur'an menganjurkan upaya internalisasi nilai-nilai spiritual moral bagi pembaca. 78 | AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis vol. 4, no 1, 2020 Kata kunci: Kisah al-Qur'an, sains, tafsir ilmu, integrasi. Pendahuluan Selama ini penjelasan kisah-kisah al-Quran hanya disajikan secara naratifdeskriptif dalam kitab-kitab tafsir. Dalam kacamata ulum al-Qur"an tujuan kisah al-Quran cenderung terpaku pada satu titik, yakni mengambil pelajaran dari kisah. Tujuan ini menjadikan produksi teks statis dan tidak memberi banyak dampak bagi perkembangan peradaban manusia. Hal ini lebih disebabkan oleh orientasi studi kisah al-Quran yang cenderung monodisiplin.Meminjam istilah Nasr Hamid Abu Zaid, bahwa dominasi otoritas teks selama ini terbatas pada tradisi keagamaan, dimana turâts dijadikan sebagai satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan. 1 Hal ini kemudian berimplikasi pada produktivitas teks yang tidak banyak memberi solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan. Untuk keluar dari persoalan tersebut, interaksi dialogis antara kisah al-Quran dan sains dalam wujud integrasi adalah suatu keniscayaan. Diskursus integrasi keilmuan terus mengalami kemajuan seiring terjadinya shifting paradigm dalam melihat agama dan sains.Kehadiran Tafsir IlmiKementerian Agama RImerupakan wujud nyata dari usaha pemerintah untuk meruntuhkan sekat antara agama dan sains. Ia menjadi bukti bahwa problem dikotomi ilmu tidak lagi ramai diperdebatkan, baik dalam lingkup konsep, teori, maupun penerapan praktis di dunia penelitian. Lebih lanjut kehadiran Tafsir Ilmi dinilai telah memperkuat posisi sains dalam menjelaskan kandungan al-Quran. Eksistensi sains tidak saja menjadi bukti faktual atas kebenaran al-Qur'an, namun turut berkontribusi dalam menjelaskan ayat-ayat al-Quran. Penelitian ini melihat pola integrasi agama (al-Qur'an) dan sains dalam Beku serial Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI: Kisah Para Nabi-Pra Ibrahim dalam Perspektif al-Qur"an dan Sains". Studi kisah al-Qur'an dalam literatur "Ulum al-Quran cukup ramai diperbincangkan, baik klasik, modern, maupun kontemporer. Namun, studi khusus yang melihat pola integrasi agama dan sains dalam kisah al-Quran pada objek ini belum ditemukan. Studi penulis sebelumnya (2017) 2 telah melihat pola integrasi al-Quran dan sains dalam tafsir ilmi secara umum. Tidak spesifik mengkaji kisah al-Quran. Penelitian kali ini berupaya memadukan teori Ulum al-Quran tentang kisah al-Quran melalui teori integrasi agama dan sains. Selain objek tafsir ilmi, juga ditemukan penelitian -Dimensi Sains dalam Kisah al-Quran olehYusuf Baihaqi (2018) 3 . Baihaqimenemukan penggunaan kata dalam kisah al-Quran menjadi bukti adanya keterkaitan antara al-Quran dan 1
doi:10.29240/alquds.v4i1.1106 fatcat:dky6zudv6rddnaajcnzom4jvvi