Perancangan Kamus Tuna Rungu dengan Fitur ArrayAdapter dan Metode TextWatcher berbasis Android Mobile

Lukman Hakim, Jaya Suharja
Jakarta   unpublished
Abstrak Kamus pengenalan bahasa tuna rungu berbasis android merupakan suatu cara untuk memperkenalkan kata, angka, huruf dalam bentuk bahasa isyarat tangan kepada tuna rungu yang digunakan untuk belajar bahasa dalam berkomunikasi setiap hari. Kamus tersebut yang dijalankan pada telepon genggam cerdas atau Smartphone memberikan nilai lebih dalam belajar bahasa tuna rungu secara visual berdasarkan gambar yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia. Perancangan aplikasi ini menggunakan fitur
more » ... akan fitur ArrayAdapter dan method TextWatcher adalah method yang bisa digunakan pada aplikasi mobile berbasis android. fitur ArrayAdapter dan method TextWatcher merupakan method pencarian yang terdapat pada package WidgetAdapter yang berfungsi untuk melakukan pencarian yang akurat. Adapter memiliki caranya sendiri untuk memfilter data dan TextWatcher merupakan salah satu jenis filtering data pada ArrayAdapter yang digunakan untuk pencarian huruf, angka, kata melalui EditView. Kamus pengenalan bahasa tuna rungu dapat dijalankan pada Android minimal versi 2.3 (gingerbread) keatas dengan resolusi 240x400 pixel pada telpon genggam. Kata kunci: Tuna rungu, TextWatcher, ArrayAdapter. 1. Pendahuluan Berdasarkan radio berita Australia (ABC news, 2014) Indonesia merupakan negara terbesar ke 4 didunia, setiap tahun penderita gangguan pendengaran atau Tuna rungu mengalami kenaikan sehingga 5000 penderita. Hal tersebut diakui oleh badan kesehatan dunia (WHO) satu dari seribu bayi yang lahir didunia mengalami tuli atau gangguan pendengaran (Momdadi, 2013), gangguan pendengaran ini disebabkan oleh yaitu:terinfeksi virus toksoplasmosis, herpes, sipilis, gen keturunan yang diwariskan. Lalu dengan kondisi seperti ini anak-anak tersebut perlu penanganan sehingga mereka dapat berinteraksi dilingkungan sekitarnya. Penanganan penderita tuna rungu banyak menggunakan bermacam-macam cara baik dengan menggunakan alat bantu dengar atau implantasi koklea (rumah siput) atau dengan sekolah khusus yang mempelajari gerak tangan sebagai media komunikasi mereka[1]. penyandang tunarungu bisa jadi tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Mereka tidak memperlihatkan perbedaan yang kasat mata seperti penyandang tunadaksa. Perbedaan mereka terletak pada kemampuan komunikasi yang dipengaruhi kemampuan menangkap suara dan menyuarakan kata. Kemampuan komunikasi yang terbatas membuat para tuna runggu susah berkomunikasi serta sarana pembelajaran bahasa insyarat mereka tidak semua dapat ditemukan atau kamus tuna rungu dijual pada setiap toko buku. Kenyataan inilah membuat terjadinya perbedaan yang sangat jauh dengan orang normal serta kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya memperhatikan hak mereka sebagai warga negara. Hal tersebut mendorong dibuatnya kamus tuna rungu berbasis mobile serta perkembangan teknologi komunikasi seperti telepon genggam, memberikan kemudahan tersendiri pada semua orang menjadikan telpon genggam sebagai perangkat yang serba guna seperti aplikasi pembelajaran, game, kamus, dan seterusnya. Aplikasi Kamus tuna rungu berbasis mobile yang menampilkan gambar isyarat tangan yang digunakan untuk komunikasi para tuna rungu menjadi satu satu solusi untuk digunakan sebagai media pembelajaran bahasa isyarat yang digunakan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana fitur ArrayAdapter dan metode TextWatcher digunakan untuk pencarian kata dan suku pada perancangan kamus tuna rungu berbasis mobile. Manfaat kamus tuna rungu memberikan kemudahan dalam pengenalan kata, suku kata atau angka dan abjad bahasa isyarat yang digunakan sehari-hari. 83
fatcat:mmofvduijjaajdzriu3wbvg72u