PEOPLE'S PREFERENCE IN MANAGING SAGO IN ASAHAN DISTRICT, AND ITS INFLUENCING FACTORS
TINGKAT PREFERENSI MASYARAKAT MENGELOLA SAGU DI KABUPATEN ASAHAN, SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA

Rospita Odorlina Pilianna Situmorang, Alfonsus H Harianja
2018 Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan  
Lack of attention to the non-staple food sectors and changes in consumption pattern have resulted in decreasing of farmers' preference in cultivating sago, which ultimately results in the conversion of sago land including in Asahan District. This study aims to measure the level of community preference in managing sago and to reveal the factors that influence the level of people's preference. Data were collected from 98 respondents by using questionnaire method and analyzed by descriptive
more » ... descriptive statistical analysis, frequency tab, and spearman rank correlation. Research was conducted from May to December 2015 in Silo Bonto Village, Sei Paham Village, and Sungai II Hulu Village. The results showed that level of people's preference in managing sago was moderate with an average value of 27.92. Ecological benefit factor from sago cultivation dominated the reason of community's interest in managing sago (40.48%), followed by economic factor (33.97%,) and sago consumption (25.54%). Socio-economic characteristics of respondents such as age, number of family dependents, farmland area, sago stands, and length of sago business have a significant correlation to the level of preference. Older farmers, fewer family dependents, sufficient farmland, and longer experience in sago palm utilization seem to prefer to manage sago cultivation. ABSTRAK Kurangnya perhatian pada sektor non-pangan pokok dan perubahan pola konsumsi telah mengakibatkan menurunnya minat petani dalam mengusahakan sagu yang akhirnya berakibat pada alih fungsi lahan sagu termasuk di Kabupaten Asahan. Penelitian ini bermaksud untuk mengukur tingkat kesukaan (preferensi) masyarakat dalam mengelola sagu serta mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi tingkat preferensi tersebut. Data penelitian dikumpulkan dari 98 responden dengan metode pengisian kuesioner dan dianalisis melalui analisis statistika deskriptif, tabulasi frekuensi dan korelasi spearman rank. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Desember 2015 di Desa Silo Bonto, Desa Sei Paham, dan Desa Sungai II Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat preferensi mengelola sagu di tergolong sedang dengan nilai rata-rata sebesar 27,92. Faktor manfaat ekologis yang didapat dari menanam sagu mendominasi alasan ketertarikan masyarakat mengelola sagu (40,48%), disusul oleh faktor ekonomi (33,97%) dan kebutuhan pangan (25,54%). Karakteristik sosial ekonomi responden seperti usia, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan pertanian, jumlah tegakan sagu dan lama pengusahaan sagu memiliki korelasi yang signifikan dalam tingkatan kesukaan. Petani yang lebih tua, jumlah tanggungan keluarga yang sedikit, lahan pertanian yang mencukupi, serta pengalaman yang lebih lama di bidang ini terlihat lebih menyukai mengusahakan sagu. Kata kunci: Sagu; tingkat preferensi; karakteristik sosial ekonomi.
doi:10.20886/jpsek.2018.15.2.129-147 fatcat:rmcq5ufeond3zart3svrlorc2m