Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica Less) sebagai Inhibitor Korosi pada Material Baja Karbon dalam Media NaCl 3,5%

Ramlah Ramlah, Mohammad Wijaya, Diana Eka Pratiwi
2020 Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia  
ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi inhibitor ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less.) terhadap laju korosi baja karbon dan karakteristik permukaan baja karbon sebelum dan sesudah direndam dalam media NaCl 3,5% tanpa dan dengan adanya inhibitor. Media korosif NaCl 3,5% direaksikan dengan ekstrak daun beluntas untuk memperlambat proses oksidasi Fe dengan variasi konsentrasi 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan
more » ... ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm dan direndam selama 2, 4 dan 6 hari. Pengukuran laju korosi dilakukan dengan metode Weight loss dan polarisasi potensiodinamik. Karakterisasi baja karbon dilakukan menggunakan instrumen Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Metode Weight loss dan polarisasi potensiodinamik menunjukkan nilai laju korosi terkecil pada perendaman selama 6 hari dengan konsentrasi inhibitor 2000 ppm yaitu masing-masing sebesar 1,5451 mmpy dan 1,5514 mmpy dengan efisiensi inhibisi sebesar 91%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak dan semakin lama perendaman maka laju korosi semakin kecil dan efisiensi inhibisi semakin besar. Analisis FT-IR menunjukkan gugus fungsi yang teradsorpsi ke permukaan baja karbon yaitu O-H, C=C dan –CO-. Selain itu pada daerah sidik jari mengindikasikan ikatan Fe-O yang merupakan kompleks antara logam dengan senyawa ekstrak. Hasil analisis SEM-EDS menunjukkan bahwa pada permukaan baja karbon yang direndam dalam larutan NaCl 3,5% tanpa adanya inhibitor terbentuk retakan yang lebih banyak dibandingkan permukaan baja karbon yang direndam dalam larutan NaCl 3,5% dengan adanya ekstrak daun beluntas. Persentase Fe untuk baja karbon yang direndam tanpa adanya inhibitor sebesar 70,88% sedangkan untuk baja karbon yang direndam dengan adanya inhibitor sebesar 77,83%. Kata kunci: Laju Korosi, Baja Karbon, NaCl 3,5%, Inhibitor, Ekstrak Daun Beluntas ABSTRACT This research is an experiment research aimed to determine the effect of variations concentration of beluntas leaf extract on the corrosion rate of carbon steel and characteristics surface before and after immersed in 3,5% NaCl solution without and presence of inhibitors. Corrosive reacted with beluntas leaf extract to slow the process of oxidation Fe with various concentrations of 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm and 2000 ppm and immersion 2, 4 and 6 days. Measurement of corrotion rate by weight loss and potentiodynamic polarization method. Characterization of carbon steel used Fourier Transform Infra Red (FTIR) and Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Weight loss and potentiodynamic polarization methode showed that the smallest corrosion rate at 6 days immersion with an extract concentration of 2000 ppm, each of 1,5451 mmpy and 1,5514 mmpy with an efficiency of 91%. The results showed that the greater the extract concentration and the longer immersion the smaller the corrosion rate and the greater the eficciency. The fuctional groups adsorbed to the aurface of carbon steel are O-H, C=C and –CO-. Also in the fingerprint area indicate Fe-O bond is a complex between metal and extract compounds. The results of SEM-EDS analysis showed that on the carbon steel surface immersed in 3,5% NaCl solution without inhibitor formed more cracks than carbon steel surface immersed in 3,5% NaCl solution in the presence of beluntas leaf extract. Percentace of Fe for carbon steel immersed without an inhibitor is 70,88% while fore carbon steel immersed in the presence of an inhibitor of 77,83%. Keywords: Corrosion Rate, Carbon Steel, 3,5% NaCl, Inhibitor, Beluntas Leaf Extract
doi:10.35580/chemica.v21i1.14843 fatcat:rai5xkjdvrhwrfdklul2xc4xcu