UNDANG-UNDANG NO.31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI [post]

Erlin Siska
2019 unpublished
Hak desain industri memiliki banyak manfaat bagi sistem perdagangan. Namun, pelaksanaan pendaftaran hak atas desain industri tidak sepenuhnya menggapai masyarakat luas, khususnya masyarakat dari industri kecil. Hal ini sangat kontradiksi dengan mengingat bahwa perlindungan hak desain industri ini merupakan bagian yang penting dalam sistem perdagangan. Salah seorang pelaku usaha kecil di Pusat Industri Kecil, yang spesialnya adalah membuat sepatu dengan model-model yang beranekaragam serta
more » ... ai jenis dari hasil karya yang dibuat adalah berdasarkan pesanan atau orderan orang lain, meskipun hasil karya yang dibuatnya tidak kalah bagus dari yang dibuatnya, tetapi untuk memenuhi permintaan pelanggannya, maka pesanan tersebut dipenuhi berdasarkan contoh sepatu dan meniru model dari sepatu merk terkenal lalu menjualnya ke pasar dengan harga yang lebih murah dan hal ini jelas merugikan sistem usaha orang lain. Hal ini merupakan salah satu akibat yang kerap dikeluhkan oleh para pengrajin, khususnya industri kecil, sebagai akibat dari yang belum mendaftarkan desain dari miliknya dalam hak kekayaan intelektual yang dihasilkannya. Berkaitan dengan hal tersebut, maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana sistem perlindungan hak desain industri berdasarkan ketentuan Undang Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Selanjutnya apakah faktor faktor yang menyebabkan pengusaha tidak mendaftarkan hak desain industrinya. Dan apakah ketentuan UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri telah berlaku secara efektif di Pusat Industri Kecil (PIK). Hal ini tidak lain adalah untuk mengetahui sistem perlindungan hak desain industri serta faktor-faktor yang menyebabkan pengusaha tidak mendaftarkan hak desainnya.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Desain Industri, Industri Kecil.
doi:10.31219/osf.io/2s5np fatcat:x6mpldz2ivh6bgtkjrh3ofszjq