Pengaruh ACFTA, PDB dan Kurs Terhadap Impor Barang Asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT)

Mohammad Fachrudin, Wahyu Hidayat Halimun Syah
2020 JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI  
ABSTRACTThe main objective of this research is to see the effect of the ACFTA free trade policy, gross domestic product (GDP), and the real exchange rate on imports of goods from the People's Republic of China (PRC). This study uses monthly data from January 2008 to September 2019. This study uses the reference to the introduction to import duties at the Normal Track stage starting on January 1, 2010, as the effective period of the ACFTA's implementation. The analytical method used is the
more » ... d used is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model with the Bounds Test cointegration approach. The results show that simultaneously, both in the long and short term, ACFTA, Indonesia's real GDP, and the real exchange rate affect imports of goods from PRC. Partially, in the long run, ACFTA and real GDP have a positive effect on imports of goods from PRC, while the real exchange rate does not affect imports of goods from PRC. In the short term, real GDP and the real exchange rate have a positive effect on imports of goods from PRC, while ACFTA does not affect. In addition, the results also show that the increase in imports of goods from PRC was mainly stimulated by an increase in national income (real GDP) with an elasticity of 1.90 in the short term and 1.49 in the long term. The implications of this research for the Government can be used to formulate a national strategy for the import substitution industry.Keywords: imports, free trade, ACFTA, gross domestic product, real exchange rates, ARDL Bounds Test.ABSTRAKTujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kebijakan perdagangan bebas ACFTA, produk domestik bruto (PDB) dan kurs riil terhadap impor barang asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Penelitian ini menggunakan data bulanan dari Januari 2008 sampai September 2019 sebagai periode efektif berlakunya ACFTA. Metode analisis yang digunakan adalah model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan pendekatan kointegrasi Bounds Test. Secara simultan, baik pada jangka panjang maupun jangka pendek, ACFTA, PDB riil Indonesia dan kurs riil berpengaruh terhadap impor barang asal RRT. Secara parsial, dalam jangka panjang ACFTA dan PDB riil memberikan pengaruh positif terhadap impor barang asal RRT, sementara kurs riil tidak berpengaruh terhadap impor barang asal RRT. Dalam jangka pendek, PDB riil dan kurs riil berpengaruh positif terhadap impor barang asal RRT, sedangkan ACFTA tidak berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan impor barang asal RRT secara utama distimulasi oleh peningkatan pendapatan nasional (PDB riil) dengan tingkat elastisitas sebesar 1,90 pada jangka pendek dan 1,49 pada jangka panjang. Implikasi penelitian ini bagi Pemerintah dapat digunakan untuk menyusun strategi nasional industri substitusi barang impor.Kata kunci: impor, perdagangan bebas, ACFTA, produk domestik bruto, kurs riil, ARDL Bounds Test
doi:10.31092/jpbc.v4i2.963 fatcat:wjuslsxk4faxzpyoq77et6vvxa