Pedestrian Ways Safety Assessment At Secondary Arterial Street Based On Physical Aspects And Community Perception (Study Case : Jalan Pemuda, Klaten Regency)

Kajian Keamanan, Jalur Pejalan, Kaki Di, Jalan Arteri, Sekunder Berdasarkan, Aspek Fisik, Dan Masyarakat, Studi Kasus, Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten, Zulhazmi Nur, Djoko Suwandono
2015 RUANG VOLUME   unpublished
Abstrak: Kabupaten Klaten merupakan kabupaten yang menghubungkan dua pusat pertumbuhan dari kota Surakarta menuju kota Yogyakarta. Kedua wilayah tadi dihubungkan oleh jalan arteri sekunder yang terletak melewati kawasan pusat kota Klaten. Pertumbuhan pada jalan arteri sekunder ini memicu kedatangan pejalan kaki yang beraktifitas di sekitar jalan arteri sekunder. Permasalahan terjadi ketika jalan arteri sekunder yang mempunyai kecepatan rencana 40km/jam disandingkan dengan aktifitas pejalan.
more » ... an dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan jalur pejalan kaki yang terletak di sempanjang koridor arteri sekunder di pusat kota klaten. Penelitian menggunakan dasar analisis kuantitatif deskriptif yang menjelaskan data hasil temuan dilapangan berdasarkan teori yang digunakan. Variabel yang berpengaruh adalah variabel penyeberangan di tengah ruas, persimpangan, dan rambu lalu lintas dan trotoar. Dari empat variabel tersebut digunakan untuk menjelaskan keamanan jalur pejalan kaki berdasarkan aspek fisik dan aspek persepsi masyarakat.Hasil yang didapat adalah berdasarkan aspek fisik, kondisi jalur pejalan kaki di wilayah studi termasuk dalam kategori baik. Hal ini didukung oleh hasil observasi yang menunjukan bahwa kesesuaian kondisi wialayah studi dengan teori sekitar 75%, hal ini masuk dalam kategori baik. Hasil analisis terhadap persepsi masyarakat, nilai total hasil skoring menunjukan angka 2453 (sekitar 69.68% terhadap nilai maksimal). Dengan menggunakan rentang interval kelas berikut maka termasuk pada kategori kualitas keamanan baik. Kata kunci: persepsi masyarakat, jalur pejalan kaki, jalan arteri sekunder Abstract: Klaten regency is a region that connect between two premier regency on it, Surakarta regency and Yogyakarta province. Those two region connected by an secondary arterial street wich pass through Klaten center of growth. A growth at secondary arterial street is like a magnet for people to get in, because it has a high land value. The problem is when there is so much peestrian doing they activity at around arterial street, despite secondary arterial street has 40km/h minimum limit speed for vehicle. First is do some identification for a pedestrian safety factor. Then limit the theory range for focused study. Variable that influential is mid block crossing, intersection, traffic light and traffic sign, and sideways. From those variable, is used to explain a pedestrian safety based on physical aspect and community perception. The results is, base on physical aspet, those safety on pedestrian ways is "good". Its mean, 75% of physical aspect is meet the minimal safety requirement. In the other hand, an analysis on community perception gave 2453 score for their perception about pedestrian safety. This score is about 69.68% from max score. Using Interval range on perceptional analysis, this score is represent "good" in pedestrian safety.Undip also influenced students from other campuses that have similar educational activities as well. So the size, the location of the private open space can not limit the type of land use of private open space.
fatcat:apjo6a5d65hkldepdsw732va5a