Aktivitas Penyembuhan Luka Sediaan Topikal Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa) terhadap Luka Sayat Kulit Mencit (Mus Musculus) (THE ACTIVITY OF TOPICAL EXTRACT OF ONIONS (ALLIUM CEPA) ON WOUND HEALING PROCESS IN MICE (MUS MUSCULUS))

V Yunanda, T Rinanda
2017 Jurnal Veteriner  
ABSTRAK Penyembuhan luka merupakan respon fisiologis tubuh untuk mengembalikan kontinuitas, struktur dan fungsi jaringan yang mengalami cedera. Bawang merah adalah salah satu tanaman yang secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian sediaan topikal ekstrak bawang merah (Allium cepa) terhadap penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus musculus) strain BalbC. Penelitian ini menggunakan The postest-only Control Group
more » ... only Control Group Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan adalah 12 ekor mencit jantan dengan kisaran berat badan 22-32 g yang dibagi ke dalam 4perlakuan yaitu vaselin, sediaan topikal ekstrak bawang merah 5%, sediaan topikal ekstrak bawang merah 30% dan sediaan topikal ekstrak bawang merah 55% dengan 3 ulangan. Penyembuhan luka diamati secara makroskopis dengan melihat gambaran hiperemis, kontraksi luka, granulasi, krusta dan produksi pus dan secara mikroskopis dengan menghitung jumlah fibroblas pada hari ke-10. Data hiperemis, granulasi, krusta dan produksi pus dianalisa secara deskriptif. Data kontraksi luka dan jumlah fibroblas diuji menggunakan ANAVA (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan (p<0,05). Hasil pengamatan secara deskriptif menunjukkan bahwa hiperemis berlangsung hingga hari ke-3, granulasi pada luka yang diberi sediaan topikal ekstrak bawang merah 30% dan 55% berlangsung lebih cepat dari perlakuan lainnya, krusta didapatkan pada setiap perlakuan hingga hari ke-6 dan produksi pus tidak ditemukan pada setiap perlakuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa sediaan topikal ekstrak bawang merah 55% berpengaruh nyata terhadap kontraksi luka serta sediaan topikal ekstrak bawang merah 30% dan 55% berpengaruh nyata terhadap maturasi jaringan yang ditandai dengan penurunan jumlah fibroblas pada luka. Pemberian sediaan topikal ekstrak bawang merah berpengaruh secara nyata (p<0,05) terhadap penyembuhan luka sayat dan pengaruhnya berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi. Kata kunci: Sediaan topikal, ekstrak bawang merah, allium cepa, penyembuhan luka ABSTRACT Wound healing is a physiological response of the body to restore continuity, structure and function of the injured tissue. Onion is one of the plants that are empirically used by the community to heal wounds. The purpose of this study was to observe the effect of topical extract of onions (Allium cepa) on wound healing process in mice (Mus musculus) strain BalbC. This study used the posttest-only control group design with completely randomized design (CRD). The samples were 12 male mice with weight ranged of 22-32 g divided into four treatments; i.e.: Vaseline, topical extract of onion 5%, topical extract of onion 30% and topical extract of onion 55% with 3 replications. Wound healing evaluated macroscopically to observe hyperemia, wound contraction, granulation, crusting and pus production; and microscopically by counting the number of fibroblasts on day 10. Hyperemia, granulation, crusting and pus production were analyzed descriptively. Wound contraction and the number of fibroblasts were analyzed using ANOVA (p<0.05) and followed with Duncan's test (p<0,05). Descriptive observations obtained hyperemia lasted until day 3, granulation in wounds used topical extract of onion 30% and 55% were faster than the other, crusting lasted until day 6 and the production of pus was not found in any treatment. Statistical test results showed that topical extract of onion 55% significantly affected wound contraction and topical extract of onion 30% and 55% significantly affected maturation, which characterized by the decreased number of fibroblasts. The results of this study showed that topical extract of onion had significant effect (p<0.05) on wound healing and the effect was in line with the increased concentration of the onion extract.
doi:10.19087/jveteriner.2016.17.4.606 fatcat:j65b3muedzbejhv5qdwfef7jim