A Satellite Based Monitoring of Spatiotemporal Changes in Batudulang Forest, Sumbawa Indonesia

Mohammad Muslim
2018 Makara Journal of Technology  
Space-based earth observation technology applicable to forest inventory and monitoring is well known in the scientific community. High-resolution satellite images form an important data source for forest mapping and change detection at regional and national scales. The value of forest change information derived from remote sensing data is significantly enhanced if this information is integrated into a spatially explicit geographic information system. Satellite-based rapid assessment was
more » ... essment was conducted to measure spatiotemporal changes in Batudulang forest over the years. The general approach to quantify change in the spatial aspect of the forest involved change detection using moderate-resolution imaging spectroradiometer satellite-based normalized difference vegetation index. A further top-down approach using high-resolution data from Google Earth was used to complement the mapping and specifically identify areas of spatial, temporal, and thematic change on a grid basis (1×1 sq. km.). Results from change detection studies revealed that the forest area changed from 287 sq. km. in 2008 to 189 sq. km. in 2016. Visual image interpretation of high-resolution Google Earth images (2001)(2002)(2003)(2004)(2005)(2006)(2007)(2008)(2009)(2010)(2011)(2012)(2013) analyzed 63 grids, of which 30 showed significant change and 33 exhibited no change. Abstrak Pemantauan Berbasis Satelit dari Perubahan Spatiotemporal di Hutan Batudulang, Sumbawa, Indonesia. Teknologi pengamatan bumi berbasis luar angkasa dapat digunakan untuk inventarisasi dan pemantauan hutan, dan cukup dikenal di komunitas ilmiah. Citra satelit resolusi tinggi membentuk sumber data penting untuk pemetaan hutan dan deteksi perubahan di skala regional dan nasional. Manfaat dari data penginderaan jarak jauh (remote sensing) terhadap perubahan hutan dapat ditingkatkan lebih baik jika diintegrasikan ke dalam sistem informasi geografis spasial eksplisit (GIS). Sebagai bagian dari proses untuk mengukur perubahan spatiotemporal di hutan Batudulang selama ini, pengukuran cepat berbasis satelit dilakukan. Pendekatan umum mengukur perubahan dalam tata ruang hutan yang melibatkan deteksi perubahan menggunakan Moderate Resolution Imaging Spectrometerradiometer (MODIS) berbasis satelit dan indeks dari Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Pendekatan atas-bawah lanjutan menggunakan data resolusi tinggi dari Google Earth digunakan untuk melengkapi pemetaan dan secara khusus mengidentifikasi area perubahan spasial, temporal dan tematik berdasarkan grid (1×1 km 2 ). Hasil dari studi deteksi perubahan mengungkapkan bahwa kawasan hutan telah berubah dari 287 km 2 di 2008 menjadi 189 km 2 di 2016. Interpretasi citra visual resolusi tinggi dari pencitraan Google Earth (2001-2013) menganalisis 63 grid, dimana 30 grid menunjukkan perubahan yang signifikan dan sisanya tidak ada perubahan yang teramati.
doi:10.7454/mst.v22i2.3522 fatcat:l75ep26rcngrzggdsd6pogvhe4