Philanthropic Esoteric in Fayd al-Rahman Interpretation by Kiai Shalih Darat

Thoriqul Aziz, Abad Badruzaman
2020 Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities  
One of al-Qur'an teachings, which is also the basis of Islamic teachings, is about philanthropy. Many interpreters interpret philanthropy in their work as an answer to the social problems faced in their time. This article discusses philanthropy in the interpretation of Fayd al-Rahman by Kiai Shalih Darat Semarang. In this article, the descriptive-analytical method is used by borrowing the theory of sociology by Karl Mannheim as his knife of analysis. Kiai Shalih Darat has a style of
more » ... tyle of interpretation that is different from other commentators, namely the characteristic of Sufi-ishari nuances. Kiai Shalih Darat applied his interpretation style in interpreting philanthropic verses. The forms of philanthropy in Fayd al-Rahman include zakat, alms, and infaq. As is typical of Sufi-ishari interpretation, Kiai Shalih Darat interprets the philanthropic verses by adopting two meanings at once (dhahir-interior). But the esoteric (inner) side takes precedence. In his interpretation, Kiai Shalih Darat tries to answer the social problems he faces in Semarang. At that time, the life of Semarang was identical to the mushrooming of a-moral acts in the community itself, so the formation of the heart needed to become a moral society. Abstrak Salah satu ajaran al-Quran yang juga menjadi basis dalam ajaran Islam ialah tentang filantropi. Telah banyak mufasir yang menafsirkan filantropi dalam karyanya masing-masing sebagai jawaban atas problem sosial yang dihadapi pada masanya. Artikel ini membahas tentang filantropi dalam tafsir Fayd al-Rahman karya Kiai Shalih Darat Semarang. Dalam artikel ini digunakan metode deskriptis-analitis dengan meminjam teori sosiologi pengetahun Karl Mannheim sebagai pisau analisinya. Kiai Shalih Darat memiliki gaya penafsiran yang berbeda dengan mufasir lain yakni dengan ciri khas nuansa sufi-ishari. Kiai Shalih Darat mengaplikasikan corak penafsirannya dalam menafsirkan ayat-ayat filantropi. Bentuk-bentuk filantropi dalam Fayd al-Rahman antara lain zakat, sedekah, dan infaq. Sebagaimana ciri khas penfasiran sufi-ishari, Kiai Shalih Darat menafsirkan ayat-ayat filantropi dengan mengadopsi dua makna sekaligus (dhahir-batin). Namun sisi esoteric (batin) lebih diutamakannya. Dalam Philanthropic Esoteric in Fayd al-Rahman Interpretation ... (Thoriqul Azizand and Abad Badruzaman) 99 penafsirannya tersebut, Kiai Shalih Darat mencoba untuk menjawab problem sosial yang ia hadapi di kota Semarang. Kehidupan Semarang saat itu identic dengan menjamurnya tindak amoral pada diri masyarakatnya, sehingga perlu untuk adanya pembinaan hati untuk menjadi masyarakat yang bermoral.
doi:10.18326/mlt.v5i1.98-119 fatcat:n2ypktcoxrhu5jtddxwn6xxrbq