Penjadwalan Produksi dengan Algoritma Semut

William, Rosnani Ginting
2019 Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)  
PT XYZ adalah perusahaan yang memproduksi jenis crumb, dalam memproduksi baja tersebut waktu yang dbutuhkan untuk memenuhi permintaan konsumen adalah 24 jam berturut- turut dengan menggunakan metode SPT, dengain sistem tersebut perusahaan tidak menggunakan prioritas dalam memproduksi baja, bahan dioperasikan pada mesin yang kosong, sedangkan mesin lain dalam keadaan (idle). Selama ini, perusahaan sering mengalami kesulitan memenuhi permintaan konsumen secara tepat waktu sehingga baik perusahaan
more » ... gga baik perusahaan maupun konsumen sering mengalami kerugian. Masalah ketidaktepatan jadwal pengiriman pesanan tersebut disebabkan oleh jadwal produksi yang tidak tepat atau sistem penjadwalan produksi yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mecari alternatif penjadwalan terbaik berdasarkan makespan time terkecil yang dibutuhkan dalam proses produksi, sehingga diharapkan waktu 24 jam dapat digunakan untuk memproduksi dengan siklus produksi. Makespan yang ada tidak dapat memenuhi batas waktu pekerjaan selesai (duedate). Apabila masalah tersebut tidak segera diatasi maka konsumen yang melakukan order akan kecewa dan melakukan komplain, bahkan perusahaan akan mendapat penalty karena keterlambatan pengiriman dan lambat laun akan kehilangan order yang menyebabkan perusahaan tidak mampu bersaing dalam dunia industri. Selain menyusun jadwal produksi, maka kepala produksi juga bertugas untuk mengatur kelancaran produksi agar sumber daya yang dapat dihasilkan produk sesuai jadwal yang telah disusun . dan bertugas untuk mengalokasi tenaga kerja dalam melaksanakan proses produksi. Untuk memecahkan masalah tersebut, salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghindari keterlambatan penyelesaian produk dan penjadwalan produksi yang optimal adalah maka dilakukan perbandingan metode algoritma semut dan metode SPT .
doi:10.32734/ee.v2i3.746 fatcat:l3ummnp6offznbayxgavjvswfy