CELAC: Mexican Foreign Policy Interest on Latin American and Caribbean Regionalism

Demeiati Nur Kusumaningrum
2019 Global: Jurnal Politik Internasional  
Abstrak La Comunidad de Estados Latinoamericanos y Caribeños (CELAC) diinisiasi tahun 2011 sebagai forum dialog dan konsensus antar pemerintahan Amerika Latin dan Karibia yang mengecualikan Amerika Serikat (AS) dan Kanada. AS keberatan dengan terbentuknya CELAC yang seolah menggantikan OAS sebagai platform kerjasama regional yang telah eksis sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan pemerintah Meksiko bergabung dengan CELAC di tengah ketergantungan terhadap bantuan AS dan
more » ... ap bantuan AS dan komitmen perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA). Teori perumusan kebijakan luar negeri digunakan untuk menjawab landasan kepentingan pemerintah Meksiko bergabung dengan CELAC. Topik ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer yang digunakan berasal dari laporan pemerintah Meksiko, publikasi CELAC, dan hasil-hasil penelitian yang dipublikasikan baik secara cetak maupun daring. Data diperoleh dari hasil studi literatur. Teknik analisis dilakukan melalui generalisasi dari evidensi dan organisasi data sehingga menghadirkan gambaran yang koheren dan konsisten dalam pembuktian asumsi-asumsi dasar landasan teoritis. Berdasarkan hasil penelitian, kebijakan Meksiko mengembangkan kerjasama dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia dipengaruhi oleh beberapa determinan kepentingan baik secara internal maupun eksternal. Determinan tersebut meliputi 1) perluasan FTA dalam rangka peningkatan ekonomi Meksiko, 2) mempertahankan legitimasi pemerintah melalui kerjasama multilateral, 3) politik identitas sebagai bangsa Amerika Latin, 4) peningkatan kapabilitas nasional dalam penganggulangan masalah perdagangan narkoba dan imigran, 5) restrukturisasi ekonomi Meksiko pasca krisis 2008, 6) peluang perluasan perdagangan bi-regional dengan Uni Eropa, dan 7) upaya mengimbangi dominasi AS di kawasan. Abstract La Comunidad de Estados Latinoamericanos y Caribeños (CELAC) was initiated in 2011 as a forum for dialogue and consensus between Latin American and Caribbean governments where it forms a trading block that excludes the United States and Canada. The US objected to the establishment of CELAC which seemed to challenges the former regional organization (OAS). This paper aims to analyze the considerations of the Mexican government to join CELAC in the midst of mutual agreement with US and NAFTA. Theory of formulation of foreign policy is used to answer the sources of political consideration of the Mexican government. It is a qualitative descriptive research that used primary data comes from Mexican government reports, content of CELAC official website, and journals. Data is obtained from library research. The analysis technique is carried out through generalization of the evidence and organization of the data so that it presents a coherent and consistent picture in proving the basic assumptions of the theory. It examines determinant of Mexico foreign policy formulation include 1) expansion of FTA in order to raise national economy, 2) maintaining the legitimacy of the government through multilateral cooperation, 3) identity politics as a Latin American, 4) increasing state performance in dealing with eradication of drugs and immigrant problems, 5) state economic revival post 2008 global crisis, 6) CELAC as a bridge to expand bi-regional trade with the European Union, and 7) forum to balance US dominant interest in the region.
doi:10.7454/global.v21i1.349 fatcat:35s2ea3kfffqvm34bnamqmxi6e