POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI PELET KAYU SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN STUDI KASUS DI KABUPATEN WONOSOBO
POTENTIAL DEVELOPMENT OF WOOD PELLETS AS RENEWABLE FUEL, CASE STUDY OF WONOSOBO DISTRICT

Sylviani Sylviani, Elvida Yosefi Suryandari
2013 Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan  
Industri pelet kayu di Kabupaten Wonosobo adalah Industri Penanaman Modal Asing dari Korea untuk tujuan ekspor. Bahan baku dari kayu pelet seperti serbuk gergaji memiliki potensi suplai di Kabupaten Wonosobo. Di sisi lain, serbuk gergaji adalah bahan bakar utama untuk industri makanan dan minuman seperti tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan industri pelet kayu dengan bahan baku limbah kayu. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
more » ... bo, Jawa Tengah. Metode deskriptif kualitatif dilakukan untuk mengetahui fenomena industri kayu menggunakan kerangka pendekatan yang komprehensif dengan menganalisis setiap sub sistem industri kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri pelet kayu memiliki peluang potensi yang tinggi. Potensi limbah kayu gergajian sebagai bahan bakar biomassa terbarukan yang cukup untuk memasok bahan baku pelet kayu. Permintaan pelet kayu industri tahu dan tempe dalam satu tahun sebesar 40. 422 ton. Limbah serbuk gergajian yang dapat dihasilkan oleh industri pengolahan kayu yang ada saat ini sebesar 151.524 m dapat menghasilkan pelet kayu sebesar 7.576 ton/tahun. Kekurangan bahan baku serbuk gergaji dapat ditutupi melalui investasi penanaman terutama jenis albasia, oleh karena itu terdapat peluang untuk pengembangan industri pelet kayu. Disamping itu perluasan penanaman pohon pada hutan rakyat merupakan potensi untuk penyediaan bahan baku pelet. Luas kawasan hutan yang dibutuhkan untuk penanaman pohon adalah 1.247,3 ha. Studi menunjukkan bahwa pelet kayu perlu disosialisasikan sebagai bahan bakar biomass terbarukan. Dalam hal ini, para pemangku kepentingan terkait diharapkan menyebarluaskan promosi produk biomasaa terbarukan. Kata kunci: Hutan rakyat, pelet kayu, limbah industri kayu, bahan baku terbarukań sylvireg@yahoo.co.id D ABSTRACT The existing wood pellet factory in Wonosobo regency is a Foreign Investment Industry (FI) of Korea for export purpose. Raw material of wood pellet such as sawdust potentially exist in large amount supply in Wonosobo regency. Sawdust currently is used for primary fuel for food and beverages industry such as tofu and tempe. This study aims to determine the potential of the development of wood pellet industry with raw material from wood waste. The study was conducted in Wonosobo regency, Central Java province. Method of qualitative descriptive was used to study the phenomenon timber industry using a comprehensive approach framework by analyzing subsystem of the industry. The results showed that wood pellet industry is potential to be developed. Wood industry waste is potentially sufficient to supply the raw material demand of wood pellets industry. Wood pellets demand of tofu and tempe industry currently amounted to 40, 422 tonnes annuallis. Mean while the existing wood pellet can be fulfilled by 7,576 tons/year. If the sawdust developed to be wood pellets, the wood pellet industry development still potential through investment of albasia planting. Development of the area cultivated with tree of private forestry is a potential for the supply of wood pellets raw material. Forest area required for tree planting is 1.247.3 ha. The study showed that wood pellets need to be socialiced as a renewable biomass fuel. The related stakeholders were expected to disseminate the products of renewable biomass.
doi:10.20886/jpsek.2013.10.4.235-246 fatcat:n6r7fbh7frfptaft3u4fxzgqce