Tafaqquh fî al-dîn dan Human resources pesantren

Affan Affan
2016 Islamuna: Jurnal Studi Islam  
Abstrak: Dinamika umat Islam dapat disimak dari berbagai perubahan yang menimpanya atau perubahan yang memang diprogramkan dalam sebuah proses dan sistem, begitu pula dalam dunia pesantren. Dengan berbagai perubahan zaman dan peradaban umat manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, diperlukan suatu upaya bagaimana umat Islam mengetahui tentang perilaku pesantren sebagai sebuah institusi pendidikan, sumber daya manusianya, baik yang menyangkut pimpinan pesantren (kiai), ustadz, santri dan
more » ... z, santri dan apresiasi masyarakatnya terhadap pesantren. Masyarakat akan merasakan keberadaan serta eksistensi pesantren apabila pesantren mampu berbuat secara kongkrit perubahanperubahan positif di tengah berbagai elemen masyarakat. Di satu pihak pesantren harus secara terbuka bekerjasama dengan sistemsistem yang lain di luar dirinya yang tidak selalu sepaham dengan dirinya, di pihak lain pesantren dituntut untuk menemukan identitasnya kembali. Kata Kunci: Pesantren, Tafaqquh fi al-dîn, human resoursces, santri, kiai, masyarakat, pendidikan Islam. Abstract: Moslems" dynamics can be observed from many changes on them or changes that have been programmed in a process and system, it also happens in the Islamic boarding school. In these various changes of human civilization and era which always grow and develop, it needs an effort to make Moslems know the Islamic boarding school"s situation as an educational institution, its human resources, whether it is about the leader of the Islamic boarding school (Kyai), teachers, students or the social Tafaqquh Fiddin dan Human Resources Pesantren Islamuna Volume 3 Nomor 2 Desember 2016 238 appreciation to the boarding school. The society will also have feeling of possessing the Islamic boarding school if it can create some positive changes in the society. In one side, the Islamic boarding school should do an open cooperation with people outside who might not always in the same idea with them, in another side the Islamic boarding school is forced to find out their identity. Kata Kunci: Pesantren, Tafaqquh fi al-dîn, human resoursces, santri, kiai, masyarakat, pendidikan Islam. Pendahuluan Pesantren dikenal sebagai lembaga dan sistem pendidikan Islam tertua di Indonesia yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Dalam operasionalnya, pesantren memiliki nilai-nilai pokok yang tidak dimilik oleh lembaga lain, yaitu pertama, cara pandang kehidupan secara utuh (kaffah) sebagai ibadah; kedua, menuntut ilmu tidak berkesudahan (long life education) 1 yang kemudian diamalkannya. Ilmu dan ibadah menjadi identik baginya, yang dengan sendirinya akan muncul kecintaan yang mendalam pada ilmu pengetahuan, sebagai nilai utama (core values); dan ketiga, keikhlasan bekerja untuk tujuan-tujuan bersama (learning to do together with sincerity). Dengan modal itu, eksistensi serta keberadaan pesantren sangat kuat di mata masyarakat serta mendapat dukungan moral spritual yang luas. Pendidikan yang dikembangkan seperti ini, adalah tidak hanya berorientasi pada nilai akademik yang bersifat pemenuhan aspek kognitif, melainkan juga lebih berorientasi pada bagaimana seorang manusia bisa belajar dari lingkungannya -dalam istilah pendidikan modern learning to live together-, sehingga mereka bisa mengembangkan sikap kreatif dan daya berfikir imajinatif praktis. Itulah salah satu fungsi pesantren yang hingga kini masih menjadi kekuatan, inovasi, dan senantiasa memberi solusi terbaik dalam berbagai persoalan pendidikan di Indonesia. 2 1 Sebenarnya istilah long life education ini merupakan arti general dari hadits nabi Muhammad SAW. "Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat". Lihat Ramayulis & Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya (Jakarta: Kalam Mulia, 2009), 125. 2 Depag RI Dirjen Bagais, Direktori Pondok Pesantren 3, 2002.
doi:10.19105/islamuna.v3i2.1154 fatcat:fjzcka4emndjjeageearg5ynk4