Model Peramalan Inflasi Bahan Makanan Primer dengan Pendekatan Box-Jenkins: Studi kasus di Kota Palu

Rustam Abd Rauf, Arifuddin Lamusa, Samsul Bahri, M. Alfit A. Laihi, Effendy Effendy
2020 Agriekonomika  
ABSTRAK Inflasi merupakan naiknya harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan pada periode tertentu. Inflasi pada umumnya disebabkan oleh peningkatan permintaan agregat, kenaikan biaya produksi serta perkiraan nilai inflasi pada masa yang akan datang. Inflasi merupakan data deret waktu yang sulit diprediksi karena mengandung komponen tren, musiman, siklus, dan acak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari model terbaik inflasi bahan makanan primer, menggunakan model ARIMA. Model terbaik
more » ... IMA. Model terbaik yang diperoleh berdasarkan subkelompok bahan makanan adalah padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya (25,0,4); daging dan hasil-hasilnya (2,0,10); ikan segar (2,0,8); ikan diawetkan (2,0,8); telur, susu, dan hasil-hasilnya (12,0,20); sayur-sayuran (12,0,12); kacang-kacangan (14,0,13); buah-buahan (8,0,1); bumbu-bumbuan (1,0,1); lemak dan minyak (19,0,0) dan bahan makanan lainnya (25,0,3). ABSTRACT Inflation is an increase in the price of goods and services in general and continuously in a certain period. Inflation is generally caused by an increase in aggregate demand, an increase in production costs, and an inflation value estimation in the future. Inflation is a time-series data that is difficult to predict because it contains trend, seasonal, cycle, and random components. This study aimed to find the best model of primer food ingredients inflation, used the ARIMA model. The best models obtained based on the sub-group of food ingredients were
doi:10.21107/agriekonomika.v9i1.6440 fatcat:pxyx4hdz5jcvlfluff7fuvfze4