EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL EDUKATIF PADA GENERASI DIGITAL NATIVES

Edhy Rustan, Ahmad Munawir
2020 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan  
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah permainan tradisional yang masih dilestarikan di Luwu Raya, faktor penyebab permainan tradisional tidak diminati oleh anak digital natives, serta desain pembelajaran yang sesuai untuk menjadikan permainan tradisional sebagai sarana edukatif untuk melestarikan budaya bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Responden dalam penelitiain ini adalah 155 anak usia sekolah dasar yang ada di empat kabupaten wilayah
more » ... t kabupaten wilayah Luwu Raya. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima belas permainan tradisional yang masih dilestarikan di Luwu Raya dari total 25 permainan tradisional yang ada di Sulawesi Selatan. Penyebab anak-anak tidak memainkan lagi permainan tradisional adalah karena kekurangan teman bermain, bertengkar atau berbeda pendapat dengan sesama pemain, kekurangan alat bermain, tidak tertarik lagi dengan permainan tradisional, dilarang oleh orang tua dan warga sekitar, serta kelelahan saat bermain. Desain pembelajaran yang sesuai adalah memilih karakteristik permainan yang dapat menunjang pencapaian kompetensi dasar siswa dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran dengan menjadikannya sebagai metode dan media pembelajaran. Kesimpulan, ada beberapa permainan tradisional yang masih dimainkan oleh anak-anak di wilayah Luwu Utara dan salah satu upaya untuk melestarikannya adalah dengan mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam pembelajaran. This study aims to determine the number of traditional games that are still preserved by the children in Luwu Raya; factors that cause digital natives children do not like this traditional game, and learning design suit to make traditional game as an educational means to preserve the nation's culture. This research used a qualitative approach with a descriptive type. This research used a qualitative approach with a descriptive type. Respondents in this study were 155 children of primary school age in four districts of Luwu Raya. Data collection methods using interviews, observation, and questionnaires. The data obtained were then analyzed by means of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that there were fifteen traditional games that are still preserved by children in Luwu Raya from a total of twenty five traditional games in South Sulawesi. Children stop playing the traditional game is due to the lack of friends to play with, fight or disagree with fellow players, lack of playing tools, no longer interested in traditional games, prohibited by parents and local residents, and fatigue when playing. To find the appropriate learning design is by selecting traditional games with characteristics that can support the achievement of students' basic competencies and integrate them into learning by making it as the learning method and media. To sum up, several traditional games are still played by digital natives' children in the North Luwu region and one of the efforts to preserve them is by integrating traditional games into learning.
doi:10.24832/jpnk.v5i2.1639 fatcat:rmqpe42yqrco7nyzphlemikvqy