INDUKSI AKAR TUNAS KE LAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SECARA IN VITRO DAN EX VITRO / Root Induction of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Using In Vitro and Ex Vitro Techniques

Rossa Yunita, IKA MARISKA, RAGAPADMI PURNAMANINGSIH, ENDANG GATI LESTARI, SRI UTAMI
2016 Jurnal Penelitian Tanaman Industri  
ABSTRAK Induksi perakaran merupakan tahapan penting dalam proses perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan. Untuk induksi akar umumnya digunakan ZPT Auksin, yang mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman khususnya pada tahap inisiasi akar. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan metoda yang tepat untuk induksi akar secara in vitro maupun ex vitro. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, yang terdiri atas tiga kegiatan utama yaitu: (1)
more » ... a yaitu: (1) induksi perakaran pada media padat, dengan perlakuannya adalah kombinasi konsentrasi NAA (2 dan 4 mg/l) dan konsentrasi IBA (1, 2, 3 dan 4 mg/l) dengan 5 ulangan; (2) induksi perakaran pada media cair, dengan perlakuannya adalah konsentrasi NAA (0, 3 dan 6 mg/l), setiap perlakuan diulang lima kali, dan (3) induksi perakaran secara ex vitro, dengan perlakuannya adalah konsentrasi rootone F atau IBA (20, 40 dan 60 mg/l) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media terbaik untuk induksi akar secara in vitro pada media padat adalah MS + NAA 4 mg/l + IBA 4 mg/l, sedangkan pada media cair adalah MS + NAA 6 mg/l. Induksi perakaran secara ex vitro memberikan hasil keberhasilan aklimatisasi 60% dengan perendaman pangkal tunas dalam larutan NAA 40 mg/l dan 60 mg/l selama 1 jam. ABSTRACT Root induction is an important step in the process of propagation of plants through tissue culture techniques. For root induction commonly used plant growth regulator auxin, which has an important role in plant growth and development, especially at the stage of root initiation. The purpose of this study is to obtain appropriate methods for root induction of oil palm in vitro and ex vitro. The experiment used completely randomized factorial design, consisted of three main activities: (1) Induction of rooting on solid media, using combinations of NAA (2 and 4 mg/l) and IBA (1, 2, 3 and 4 mg/l) concentrations with 5 replications; (2) Induction of rooting the liquid media, using three concentrations of NAA (0, 3 and 6 mg/l), each treatment was replicated 5 times; (3) Induction of rooting ex vitro, using rootone F or IBA (20, 40 and 60 mg/l) with 5 replications. Results indicated that the best medium for in vitro root induction on solid media was MS + NAA 4 mg/l IBA + 4 mg/l, while for liquid media was MS + NAA 6 mg/l. Ex vitro rooting induction showed 60% success of acclimatization by soaking vitro shoots base in NAA solution 40 mg/l and 60 mg/l for 1 hour.
doi:10.21082/littri.v22n1.2016.37-42 fatcat:efo5am2advbs7h2po5xqh6bwc4