Hubungan Masa Kerja Dan Lama Kerja Dengan Nyeri Leher Pada Pembatik Di Sentra Batik Giriloyo

Fitri Yani, Meiza Anniza, Krisnawan Priyanka
2020 Jurnal Ergonomi Indonesia  
Pembatik bekerja dengan sikap kerja duduk statis dan tidak ergonomis dalam waktu 8 jam. Apabila sikap kerja duduk statis dan tidak ergonomis berlangsung dalam jangka panjang, maka akan menimbulkan keluhan muskuloskeletal terutama pada bagian leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa dan lama kerja dengan nyeri leher pada pembatik di sentra batik Giriloyo. Metode penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengumpulan data menggunakan
more » ... menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian adalah pembatik di sentra batik Giriloyo yang berjumlah 89 pembatik. Hasil uji statistik korelasi Rank Spearman diperoleh adanya hubungan antara masa kerja dengan nyeri leher dengan nilai r=0,313 (p<0,05). Hubungan lama kerja dengan nyeri leher diperoleh nilai r=0,299 (p<0,005). Pengaruh lama kerja (exp. B=1,906) lebih dominan dibandingkan masa kerja terhadap nyeri leher. Disimpulkan ada hubungan masa kerja dan lama kerja dengan nyeri leher pada pembatik di sentra batik Giriloyo. Pengaruh lama kerja lebih dominan dibandingkan masa kerja terhadap terjadinya nyeri leher pada pembatik di sentra batik Giriloyo.
doi:10.24843/jei.2020.v06.i01.p04 fatcat:kcerd2kzznft7bqtm4s3iy5geq