KESANTUNAN BERBAHASA SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA

Ubaidillah Ubaidillah
2016 Arabiyat  
This research was intended to look at the speech acts and politeness forms used by Prophet Muhammad. Moreover, it was also aimed to know the secret use of politeness on various speech acts in the lettersto the kings. The letters analyzed in this discussion were the letters containing a call to embrace Islam to the three kings of great kingdoms outside the Arabian Peninsula, Abyssinia al-Najasy (Ethiopia), Emperor Heraclius (Roman), and Kisra (Persia). The language analysis methodof Eunar Haugen
more » ... thodof Eunar Haugen was used in this research. Searle (1969) speech acts and Leech (1983)politeness was used as thetheory. The result showed that the letters mostly used a form of indirect speech acts with imperatives. In any form of speech used contained politeness maxims formulated by Leech used without recourse. The use of different linguistic politeness makes different influence on the king recipients. Once it is united to convince the recipients, it will make them sure to accept Islam. Abstrak Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk melihat tindak tutur dan bentuk kesantunan berbahasa Nabi Muhammad. Selain itu, untuk mengetahui rahasia penggunaan kesantunan berbahasa pada tindak tutur yang berbeda dalam surat-surat Nabi Muhammad kepada para raja.Surat-surat Nabi Muhammad yang dianalisis adalah surat-surat yang berisi ajakan memeluk Islam kepada raja-raja dari tiga kerajaan besar di luar Jazirah Arab, yakni kepada Raja Habsyi al-Najasy (Etiopia), Kaisar Heraklius (Romawi), dan Raja Kisra (Persi). Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis bahasa versi Eunar Haugen.Teori tindak tutur (speech acts) Searle (1969) dan prinsip kesantunan berbahasa yang diklasifikasikan oleh Leech (1983) dijadikan landasan utama dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir seluruh surat-surat Nabi Muhammad menggunakan bentuk tuturan tidak langsung yang bermakna imperatif. Penggunaan maksim kesantunan berbahasa memiliki rahasia tersendiri, yakni memberikan pengaruh yang beragam. Jika disatukan dalam diri para penerima surat akan membuat mereka tidak ragu untuk menerima ajaran Islam.
doi:10.15408/a.v3i2.3622 fatcat:5d4avoxtbrblnbbzs76nhwnlui