Political Background of Islamic Educational Institutions and the Reach of the Stage in Southeast Asia

Takeshi Kohno
2009 STUDIA ISLAMIKA  
is a journal published by the Center for the Study of Islam and Society (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah, laknrta (STT DEPPEN No. 129/SK/ DITIEN/PPG/STT/1.976). It specializes in Indonesian Islamic studies in particular, and Southeast Asian Islamic Studies in genernl, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions t'rom scholars of related disciplines. Abstrak: Lembaga pendidikan Islam senantiasa memainknn peran
more » ... memainknn peran penting bagi kehidupan keagamaan umat Muslim. Institusi ini menjadi medium utama bagi terjadinyn proses transformasi keilmuan. Pemahaman mendalam pnra kader muslim atas rngam pengetahuan keislaman-mulai dnri tafsir Qur'an, hadis, hukum, teologi, bahasa dnn sastra Arab,logika, hingga ilmu kesehatan-tak pelak mendapat tempat persemaiannya di ruang-ruang lembaga pendidikan lslam yang umumnya dikenal dengan sebutan madrasah atau aesantren. Namun, gnmbnran tersebut tidak sepenuhnya ideal jika melacak lebih jauh kondisi dunia pendidikan di Asia Tenggara. Di wilayah yang dihuni lebih dari 220 juta Muslim ini, yang tersebar di berbagai negara,lembaga pendidikan Islam seringknli diasosiasiknn sebagai instutusi yang-selain berperan menghnsilkan para aktiais lslam radiknl-juga terpenting turut membantu pertumbuhan dan persebaran gerakan yang notnbene terkait erat dengan terorisme di dunia Islam tersebut. Dengan dalih mendirikan negara Islam, bnnynk di antara para pemimpin kelompok militnn-di Asia Tenggara dikenal antara lain Laskar lihad, Kumpulan Muj ahidin Malaysia, ataupun I emmah lslamiy ah-rnendiriknn sekolah-sekolah Islam, madrasah atnu pesantren, guna melqkuknn rekruitmen kader, pr op aganda, serta utamany a melancnrkan doktrinisasi kep er cay aan bagi para knder muslim yang dalam bebernpa kasus tak jarang dipengaruhi oleh kedekatan mereka dengan kelompok nl-Qaeda. Menarik dicatat adalah bahwa terkadang lembaga-Iem.baga yang merekn diriknn samn sekali lEas dari pengawasan Pemerintah pusat. Di Indonesin misalnya, dari 37,352 madrasah yang ada, hanya 3,226 (8.5%) yang tercntat dikelola langsung oleh Negara. Demikian puln di Filipina. Di wilayah berpopulasi 75 juta jiwa ini, hanya 35 dari 1,600 sekolah Islam yang dikontrol oleh '1.91
doi:10.15408/sdi.v16i2.480 fatcat:aicqgsortjerbnunyl7dcravu4