Peran Gereja dalam Pembinaan Kerohanian Remaja di Gereja Pantekosta di Indonesia Kota Palangka Raya

Bambang Sriyanto, Thomy Sanggam Hasiholan Sihite
2020 KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta  
The general perception is that teenagers are a group of people who are often a bother to parents. The role of the church is very important to the formation of members of the congregation, including youth, both in worship, fellowship and service. The church environment must be a pleasant environment for adolescents, because if adolescents leave the church for various reasons, it becomes increasingly difficult to conduct spiritual formation to this group. This study uses a qualitative descriptive
more » ... itative descriptive method by involving adolescents as respondents to find out how adolescents think about the role of the church in their spiritual formation, so that by getting data from adolescents, it can produce data analysis about whether the church has done its work and how the church can continue to conduct adolescent spiritual guidance. well. In conclusion, the church must continue to learn about what it likes, likes, and interests of adolescents, so that it can create an atmosphere and environment that brings, and invites them to love worship. Youth are accepted into fellowship in the church, get good service, so that they become part of the ministry, and can serve with responsibility.AbstrakPersepsi umum berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Peran gereja sangat penting terhadap pembinaan warga jemaatnya, termasuk remaja, baik dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan. Lingkungan gereja haruslah menjadi lingkungan yang menyenangkan untuk remaja, karena apabila remaja meninggalkan gereja oleh berbagai alasan, maka semakin sulit untuk melakukan pembinaan secara rohani kepada kelompok ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan melibatkan remaja sebagai responden untuk mengetahui begaimana pendapat remaja tentang peranan gereja terhadap pembinaan kerohanian mereka, sehingga dengan didapatkannya data dari remaja maka dapat menghasilkan analisa data tentang apakah gereja sudah melakukan tugasnya dan bagaimana gereja dapat terus melakukan pembinaan kerohanian remaja dengan baik. Kesimpulannya, gereja harus terus mempelajari tentang apa yang disukai, digemari, diminati remaja, sehingga dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang membawa, serta mengajak mereka mencintai ibadah. Remaja diterima dalam persekutuan di gereja, mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga mereka menjadi bagian dalam pelayanan, dan dapat melayani dengan tanggung jawab.
doi:10.47167/kharis.v2i2.32 fatcat:igag4nuwarcuxddvq7xd2wnb5q