Kualitas Fisik, Populasi Aspergillus flavus, dan Kandungan Aflatoksin B1 pada Biji Kacang Tanah Mentah
Bahasa Indonesia

OS Dharmaputra, S Ambarwati, I Retnowati, A Windyarani
2013 Jurnal Fitopatologi Indonesia  
ABSTRAK Kacang tanah merupakan bahan pangan yang perlu dijamin mutunya. Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas fisik, populasi Aspergillus flavus, dan kandungan aflatoksin B 1 pada biji kacang tanah mentah yang diperoleh dari pengecer di dua pasar tradisional (Pasar Anyar dan Pasar Bogor) di Kota Bogor. Jumlah sampel biji kacang tanah mentah masing-masing pasar sebanyak 14 dan 12 sampel. Kualitas fisik biji ditentukan berdasarkan persentase biji utuh, biji keriput, dan biji rusak. Biji
more » ... biji rusak. Biji rusak meliputi biji patah dan rusak karena serangan serangga atau cendawan. Populasi A. flavus ditentukan dengan metode pengenceran yang dilanjutkan dengan metode cawan tuang pada medium aspergillus flavus and parasiticus agar. Kandungan aflatoksin B 1 ditentukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Hasilnya menunjukkan bahwa rataan persentase biji utuh, biji keriput, dan biji rusak kacang tanah yang diperoleh dari Pasar Anyar masing-masing ialah 70.6, 12.3, dan 17.1%, sedangkan yang diperoleh dari Pasar Bogor masing-masing ialah 60.2, 12.7 dan 27.1%. Rataan populasi A. flavus pada kacang tanah yang diperoleh dari Pasar Anyar dan Pasar Bogor masing-masing ialah 8194 cfu g -1 dan 983 cfu g -1 . Rataan kandungan aflatoksin B 1 pada kacang tanah yang diperoleh dari Pasar Anyar dan Pasar Bogor masing-masing ialah 2.0 ppb dan 91.4 ppb. Sampel kacang tanah yang mengandung aflatoksin B 1 lebih dari 15 ppb dan diperoleh dari pasar Anyar dan pasar Bogor, masing-masing ialah 7.1% dan 25%. Kata kunci: aspergilus flavus dan parasiticus agar, kromatografi lapis tipis, mikotoksin, mutu kacang tanah, pasar tradisional ABSTRACT The objective of this study was to investigate the physical quality, Aspergillus flavus population and aflatoxin B 1 content of raw peanut kernels collected from retailers in two traditional markets (pasar Anyar and pasar Bogor) in the city of Bogor in August 2009. The number of samples collected from pasar Anyar and pasar Bogor was 14 and 12, respectively. Physical quality of kernels was determined based on the percentage of intact, shriveled and damaged kernels. Damaged kernels consisted of broken and damaged kernels caused by insect or fungal attack. Aspergillus flavus population was determined using serial dilution method followed by pour plating method on aspergillus flavus and parasiticus agar. Aflatoxin B 1 content was determined using thin layer chromatography method. The results showed, that the mean of percentage of intact, shriveled and damaged kernels of peanuts collected from pasar Anyar was 70.6, 12.3 and 17.1%, respectively; while that of collected from pasar Bogor was 60.2, 12.7 and 27.1%, respectively. The mean of A. flavus populations in peanuts collected from pasar Anyar and *Alamat penulis korespondensi:
doi:10.14692/jfi.9.4.99 fatcat:yrzsyxg3drajpfn2oabnx4v56y