ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA

Rina Oktavia, Ike Yuli Andjani
2019 JURNAL AKUNTANSI EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS  
Kecamatan Samigaluh adalah salah satu kecamatan dalam bentuk dataran tinggi / bukit-bukit berapi yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, D.I Yogyakarta. Luas wilayah Kecamatan Samigaluh adalah 6.929,31 ha (69,29 km2), peringkat ke-2 kecamatan terluas di Kabupaten Kulon. Sektor pertanian di Kecamatan Samigaluh adalah mata pencaharian utama penduduk. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dengan mengandalkan sawah, kebun dan ladang. Hampir setengah dari tanah yang dimiliki oleh rumah
more » ... iki oleh rumah tangga di Kecamatan Samigaluh digunakan untuk lahan pertanian. Berdasarkan penelitian Kareza dan Muta'ali (2014), Kecamatan Samigaluh termasuk kategori daerah tertinggal. Ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi di Kecamatan Samigaluh belum maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi Kecamatan Samigaluh, terutama sektor pertanian, yang selama ini menjadi mata pencaharian utama penduduk. Diperlukan analisis mengenai komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Samigaluh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang arah pembangunan Kecamatan Samigaluh, sehingga pembangunan daerah tersebut akan bisa diarahkan ke komoditas-komoditas unggulan yang mampu memberikan kesejahteraan maksimal bagi masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan tipe data sekunder. Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Shift Share Analiysis (SS) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa komoditas unggulan sector pertanian di Kecamatan Samigaluh adalah: a) tanaman pangan: padi sawah / ladang; b) tanaman buah: duku / langsat, jeruk siam, salak dan melinjo; c) tanaman obat: mengkudu; d) ternak: kambing; dan e) tanaman perkebunan: kakao, cengkeh dan nilam.
doi:10.30871/jaemb.v7i2.1598 fatcat:7gt7jlqtvnco3j3jtlygkmj33y