Analisis Program Dots Untuk Menurunkan Kasus Tuberculosis Di Sekitar Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat

Nurul Ihsan Fawzi
2020 Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate  
Abstrak Metode pengobatan penyakit tuberculosis (TB) menggunakan metode Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) merupakan strategi rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia PBB untuk penyembuhan penyakit TB. Penelitian ini menganalisis 725 pasien TB yang menjadi pasien terdaftar yang disupervisi oleh Pengawas Minum Obat (PMO) binaan Klinik ASRI. Klinik ASRI merupakan salah satu program dari Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) yang berpartner dengan Health in Harmony untuk meningkatkan
more » ... meningkatkan kesehatan manusia dan kelestarian alam. Dari penelitian ini, terlihat bahwa keberhasilan program DOTS yang disupervisi oleh PMO adalah sebesar 86,2% dengan tingkat kegagalan program sebesar 5%. Sebanyak 5,3% pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi karena memiliki penyakit komplikasi. Angka kematian dalam program ini adalah sebesar 3,4%. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, dibutuhkan biaya Rp 1.764.705,00 per pasien TB dengan pendampingan PMO yang dilakukan oleh Klinik ASRI. Biaya ini lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya Rp 560.000,00. Faktor utama yang berpengaruh adalah persepsi masyarakat dan akses lokasi yang jauh dari fasilitas kesehatan. Abstract Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) is an international strategy recommendation from the World Health Organization (WHO) for reducing TB cases. This study analyzes 725 TB patients who are registered at ASRI's Clinic and supervised by PMO. ASRI Clinic is one of the programs from the Alam Sehat Lestari Foundation (ASRI) in partnership with Health in Harmony (HIH) to improve human health and nature conservation. From this paper, we find that the success rate of the DOTS program supervised by PMO was 86.2% with a program failure rate of 5%. A total of 5.3% of patients were referred to higher health facilities because of the complications. The death rate of this program is 3.4%. The cost that is needed for each TB patient is around IDR 1,764,705. This cost is higher than the global average IDR 560,000. The location of the healthcare facilities which is far away from the patient's houses is one of the main factors that determine this cost difference
doi:10.32763/juke.v13i1.175 fatcat:jmkabhjx75guteaeklrdfjgisq