Potensi Pakan Ruminansia dengan Penampilan Produksi Gas Secara In Vitro

Firsoni Firsoni, E. Lisanti
2017 Jurnal Peternakan Indonesia  
ABSTRAK Indonesia mempunyai berbagai jenis bahan pakan dengan kualitas berbeda yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia. Salah satu cara untuk mengevaluasinya adalah dengan melihat penampilan produksi gas bahan pakan tersebut secara in-vitro. Bahan pakan yang diujikan pada penelitian ini adalah tepung kulit kopi, kulit kacang tanah, rumput lapang, daun turi, jerami padi dan jerami padi fermentasi. Sampel ditimbang 200±5 mg, dimasukkan ke dalam syringe glass 100 ml, ditambahkan media
more » ... ambahkan media cairan rumen kerbau yang sudah dicampurkan larutan bicarbonat buffer sebanyak 30 ml, selanjutnya diinkubasi di dalam waterbath pada 39 o C selama 48 jam. Software Neway dipakai untuk menghitung nilai fitted gas dan rancangan acak kelompok dengan 4 blok untuk menganalisa keragaman. Variabel yang diukur adalah produksi gas 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48, 72 dan 96 jam, degradasi bahan organik, potensi produksi (a+b), laju produksi gas (k), amonia (NH 3 ) dan asam lemak terbang (VFA Total). Hasil produksi gas tertinggi setelah 24, 48 dan 72 jam dari perlakuan rumput lapang (C) yaitu 36,33; 51,12 dan 56,29 ml/200 mg BK tapi setelah 96 jam dari jerami padi yaitu 59,60 ml/200 mg BK, sedangkan terendah (24, 48, 72 dan 96 jam) kulit kopi yaitu 6,08; 7,77; 7,61 dan 7,68 ml/200 mg BK. Potensi produksi gas tertinggi dihasilkan jerami padi yaitu 69,13 ml/200 mg BK dan terendah kulit kopi yaitu 7,72 ml/200 mg BK. Persentase produksi gas setelah 24 jam tertinggi dihasilkan daun turi (D) yaitu 91,46% dan terendah jerami padi (E) yaitu 41,22%. Jerami padi potensial diolah lagi untuk mengurangi serat kasarnya, sehingga bisa dijadikan pakan ternak mendekati rumput lapang, sementara itu kulit kopi dan kulit kacang tanah perlu dilakukan kajian lebih lanjut, karena potensi produksi gasnya rendah yaitu 7,72 dan 11,45 ml/200 mg BK. Kata kunci: produksi gas, degradabilitas bahan organik, jerami padi, fermentasi, kualitas pakan ABSTRACT Indonesia has many kinds of feed stuff with different qualities that can be used as ruminants feed. One way to evaluate it is analyzing the performance of the feed gas production value in vitro. Feed ingredients tested in this study were the flour of coffee hull, peanut hull, field grass, turi leaves, rice straw and fermented rice straw. Samples weighed 200 ± 5 mg, put into a 100 ml syringe glass, added 30 ml buffalo rumen liquor with bicarbonate buffer medium, then incubated in the water bath at 39 ° C for 48 hours. Neway software and random block design with 4 blocks are used to calculate the value of fitted gas and to analyze the variance. The variables measured were gas production 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48, 72 and 96 hours, organic material degradable, gas production potential (a+b), gas production rate (k). The highest gas production 24, 48 and 72 hours from the field grass treatment (C) was 36,33; 51,12 and 56,29 ml/200 mg DM but 96 hours of rice straw ie 59,60 ml/200 mg DM, while the lowest (24, 48, 72 and 96 hours) of coffee skin (6,08; 7,77; 7,61 and 7,68 ml/200 mg DM respectively). The highest gas production potential of rice straw is 69,13 ml/200 mg DM and the lowest of coffee skin is 7,72 ml/200 mg BK. The highest percentage of gas production after 24 hours was obtained turi leaves (D): 91,46% and the lowest rice straw (E): 41,22%. Rice straw can be suggested to be field grass substitution by processed again to reduce its crude fiber content, while the coffee and peanut hulls need further study, due to low gas production potential of 7,72 and 11,45 ml / 200 mg DM.
doi:10.25077/jpi.19.3.136-144.2017 fatcat:kdy2kjnzqrf2peyx7kcfvis46u