STUDI KASUS TENTANG HUBUNGAN STATUS BIDAN PRAKTEK SWASTA DENGAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH PUSKESMAS BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL TAHUN 2016

Baeti Rizki, Lilis Banowati
2020 Jurnal Kesehatan  
Banyak faktor yang mempengaruhi terpenuhinya cakupan K4, diantaranya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan serta kualitas tenaga kesehatan. Berdasarkan data dari Ikatan Bidan Indonesia cabang Kabupaten Tegal, bahwa jumlah bidan yang telah mempunyai izin praktik di wilayah Kabupaten Tegal adalah 513 bidan, sedangkan yang sudah bersertifikat sebagai bidan delima sebanyak 105 orang bidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status bidan praktek swasta dengan
more » ... asta dengan pelayanan antenatal care di wilayah puskesmas Bumijawa Kabupaten Tegal tahun 2016. Jenis penelitian adalah survei analitik, desain penelitian yang digunakan observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini bidan yang membuka praktik mandiri di wilayah Puskesmas Bumijawa sejumlah 24 bidan. Teknik sampelnya menggunakan metode total sample yaitu 24 responden. Karakteristik bidan yang bekerja di wilayah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal bahwa rata-rata umur responden 36,29 tahun, sebagian besar responden berpendidikan D-III (91,7%), sebagian besar lama mengabdi responden 5-10 tahun (54,2%). Status bidan sebagian besar dengan status bidan praktek swasta bukan delima (58,3%). Pelayanan Antenatal Care sebagian besar bermutu (58,3%). Ada hubungan yang signifikan antara status bidan praktek swasta dengan pelayanan antenatal care di wilayah kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal tahun 2016 (X2 hitung 5,531 dan p value=0,024). Hal ini berarti bahwa bidan dengan status bidan delima lebih profesional dalam pelayanan ANC dibandingkan dengan bidan praktek swasta yang bukan delima, dengan menjadi bidan delima secara tidak langsung fasilitas pelayanan akan tersedia, sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan.Diharapkan bidan praktek swasta yang belum delima agar dapat mengikuti program bidan delima, sehingga dalam melakukan pelayanan ANC sesuai dengan standar pelayanan, serta dengan memasang famplet acuan pelayanan ANC sesuai dengan petunjuk dari Departemen Kesehatan.Kata Kunci : Status bidan, antenatal care ABSTRACTMany factors affect the fulfillment of K4 coverage, including public awareness about the importance of prenatal care and the quality of health workers. Based on data from the Indonesian Midwives Association branch Tegal regency, that the number of midwives who already have a license in the district of Tegal is 513 midwives, while that has been certified as a midwife pomegranate were 105 midwives. The aim of research to determine the relationship status private midwife with antenatal care in the health centers Bumijawa Tegal 2016.This type of research is an analytical survey, design research used observational with cross sectional approach. The population in this study independent midwife who practices in the area at Puskesmas Bumijawa some 24 midwives. Mechanical sample using a method that is on the total sample of 24 respondents.Characteristics of midwives who work in the District of Tegal Bumijawa that the average age of 36.29 years old respondents, the majority of respondents educated D-III (91.7%), the majority of respondents serve 5-10 years old (54.2%) , Status midwives mostly with private midwife status instead of pomegranate (58.3%). Antenatal Care qualified majority (58.3%). There was a significant correlation between the status of private midwives with antenatal care in districts of Bumijawa Tegal 2016 (X2 count 5.531 and p value=0.019). This means that the midwife with midwife status pomegranate professionals in ANC compared with private midwife is not a pomegranate, with a midwife indirectly pomegranate service facilities will be available, so that will increase the quality of care.Expected private midwives who have to follow our pomegranate midwife program, so that in conducting ANC in accordance with service standards, and by installing a reference pamphlet ANC in accordance with the instructions of the Ministry of Health.Keywords : Status midwife, antenatal care
doi:10.38165/jk.v7i2.130 fatcat:poii2vtzzbdvhgzpuhlwf67sqe