Tingkat Kompetensi Pengetahuan Perpustakaan bagi Guru Madrasah melalui Diklat Substantif Pembekalan Penugasan Tambahan Calon Pustakawan

Samsul Falak
2016 Khizanah al-Hikmah  
65 Pengutipan: Falak, S. (2016). Tingkat kompetensi pengetahuan perpustakaan bagi guru madrasah melalui diklat substantif pembekalan penugasan tambahan calon kepala perpustkaan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, 4(1), 65-75. ABSTRAK Guru memiliki latar belakang pendidikan keguruan tetapi bisa menjadi kepala perpustakaan. Akan tetapi pengetahuan perpustakaan guru terbatas. Dari peserta yang mengikuti diklat substantif pembekalan penugasan tambahan calon kepala perpustakaan tidak ada yang
more » ... tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan. Oleh karena itu kompetensi pengetahuan tentang perpustakaan bagi calon kepala perpustakaan dari guru menarik untuk diteliti. Diklat substantif pembekalan penugasan tambahan calon kepala perpustakaan bagi guru memberi kesempatan untuk mengetahui sejauh mana guru memiliki kompetensi pengetahuan perpustakaan. Penelitian tentang tingkat kompetensi pengetahuan perpustakaan bagi guru yang akan menjadi kepala perpustakaan dilakukan di Balai Diklat Keagamaan Semarang. Peserta diberikan pre test dan pos test. Dari tes awal atau pre test tentang pengetahuan perpustakaan calon kepala perpustakaan diperoleh 35% rendah dan 60% sedang sisanya tinggi. Setelah mengikuti Diklat selama sepuluh hari, peserta diberikan pos test. Hasil pos tes; rendah 0% sedang 70% dan tinggi 30%. Diklat tugas tambahan calon kepala perpustakaan sangat tepat sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan guru yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan atau yang akan menjadi kepala perpustakaan. Ini ditunjukan dari hasil penelitian bahwa kompetensi pengetahuan perpustakaan guru mengalami kenaikan yang signifikan. ABSTRACT Teachers do have teaching education backgrounds, but many of them worked as library chief as well even though they do not posses librarianship background. All participants (library school chief candidates) do not have such a background. Hence, the study will research on it. The workshop held by Balai Diklat Keagamaan Semarang is aimed to add librarianship insights for all participants. All parcipants were given pre-test and post-test. From the pre-tes, it is found that 35% were low and 60% were in the middle, while the rest were high. Meanwhile, from the post-test the lowest was 0%, middle was 70%, and the highest was 30% respectively. The workshop is a proper medium to enhance competency for all candidates. It is shown that from the result findings that the knowledge of librarianship was significantly improved.
doi:10.24252/kah.v4i1a6 fatcat:kfx6nslpibgtxmpgfu3oxioh2a