Potensi Fraksinasi Sarang Semut Papua (Myrmecodia pendans) pada Penurunan TNF-α dan Perbaikan Secara Histopatologi Kartilago Osteoartritis Lutut Kelinci

Nucki Nursjamsi Hidajat, Dicky Mulyadi, Fachry A. Tandjung, asep sulaeman
2018 Majalah Kedokteran Bandung  
Abstrak Reaksi seluler kondrosit osteoartritis pada lutut ditandai dengan peningkatan sitokin tumor necrosis factor-α (TNF-α).TNF-α mengaktifkan fibroblas dan makrofag sinovial untuk menyekresi enzim degradasi dan menekan sintesis proteoglikan rawan sendi sehingga memberikan gambaran histopatologik kartilago yang mengalami perubahan. Osteoartritis sekunder terjadi akibat trauma sendi yang menyebabkan nyeri. Terapi obat seperti non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang digunakan
more » ... ng digunakan menyebabkan efek samping merugikan jika digunakan dalam jangka panjang. Fraksinasi sarang semut papua (Myrmecodia pendans) diketahui memiliki kandungan salah satunya flavonoid yang berfungsi sebagai anti-inflamasi, antioksidan dan pelindung sel. Berdasar hal tersebut maka ingin diketahui potensi fraksinasi sarang semut papua pada osteoartritis kartilago lutut kelinci dalam menghambat enzim proinflamasi, yaitu TNF-α dan memberikan perbaikan secara histopatologik dibanding dengan kontrol. Penelitian menggunakan uji eksperimental hewan dengan desain experimental comparative menggunakan 8 kelinci ras New Zealand yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang diberikan fraksinasi sarang semut papua dengan dosis 2,5 mg/kgBB intra-artikular. Kemudian dilakukan pengukuran kadar TNF-α dan skoring secara histopatologik. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran periode Februari-Maret 2017. Pada Uji-t tidak berpasangan untuk TNF-α didapatkan nilai p=0,011; Uji Mann Whitney untuk skoring histopatologik dengan nilai p=0,034 pada kelompok yang diberian fraksinasi sarang semut papua. Terdapat penurunan TNF-α dan perbaikan secara histopatologik pada kartilago osteoartritis lutut kelinci yang diberikan fraksinasi sarang semut papua.
doi:10.15395/mkb.v50n3.1320 fatcat:ag2ahlmk5ffytg55qyxwz3iei4