Strategi Jitu Cegah Pencemaran, Patuh dan Bonus Nilai Tambah

Nanang Supriyadi, Kris Pranoto
2019 Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI  
UU 32/2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan menjadi titikperubahan terhadap cara pengelolaan lingkungan di Indonesia. Sanksiadministratif hingga sanksi pidana diancamkan kepada yang tidak patuh, hal inimenjadi perhatian serius semua pihak termasuk pengusaha. Lebih jauh lagipelanggaran ketentuan lingkungan juga dapat berpengaruh pada kelangsunganbisnis perusahaan. Di sisi lain aspek lingkungan penting yang begitu besar dankompleks di tambang batubara memiliki daya rusak yang hebat
more » ... ya rusak yang hebat jika tidak dikelola dengan tepat. Diantara aspek lingkungan penting yang sangat kruisial untuk dikelola di perusahaan tambang batubara adalah aspek pengelolaan limbah B3 dan pengelolaan air tambang. Strategi jitu dalam mengelola limbah B3 dan air tambang harus dikembangkan untuk mengontrol potensi dampak yang mungkin timbul. Strategi "Kebijakan Satu Pintu Pengelolaan Limbah B3" dikembangkan untuk menjawab tantangan besarnya timbulan limbah B3 dengan kompleksitas tinggi karena banyaknya orang yang terlibat dan lokasi timbulan yang banyak dan jarak berjauhan. Sementara untuk pengelolaan air tambang, KPC mengembangkan strategi "Sediment Pond Configuration with Detention Storage and Dedicated Inflow" untuk menjawab tantangan puncak hidrograf yang sangat tinggi akibat luasnya area tangkapan air dan intensitas hujan yang sangat tinggi untuk memenuhi baku mutu air keluaran di titik penaatan sesuai ijin yang berlaku. Strategi jitu yang dikembangkan berhasil meningkatkan kepatuhan perusahaan hingga 100%. Strategi tersebut memberi nilai tambah yang tidak sedikit. Strategi pengelolaan air tambang memberi nilai tambah berupa pencegahan dampak banjir di hilir saat hujan lebat dan sebagai sumber cadangan air yang bisa dimanfaatkan saat musim kering. Sedangkan strategi pengelolaan limbah B3 mengkontribusikan penghematan biaya sebesar USD 2.132.089 selama 5 tahun (2009-2014) dan Pemanfaatan Oli Bekas sebesar 41,212,035 liters selama 10 tahun (2008-2017).
doi:10.36986/ptptp.v0i0.22 fatcat:kqnlx7ffrbevvbuirhhixs422a