Pemberian Jamu (Jahe, Kunyit, dan Temulawak) terhadap Performa Produksi Telur Burung Puyuh (Corturnix corturnix japonica)

W. Tini, N. S. Asminaya, A. Napirah
2020 Jurnal Peternakan Indonesia  
ABSTRAK Jahe, kunyit dan temulawak telah banyak digunakan sebagai bahan baku jamu ternak dan dapat meningkatkan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi telur burung puyuh (Corturnix corturnix japonica) yang diberi jamu (jahe, kunyit, dan temulawak). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 80 ekor burung puyuh betina fase layer yang dipelihara selama 6 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4
more » ... (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (perlakuan kontrol), P1 (0,25% ekstrak jamu), P2 (0,5% ekstrak jamu), P3 (1% ekstrak jamu) dan masingmasing perlakuan diulang 4 kali. Variabel penelitian meliputi mempengaruhi konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur, konversi pakan, dan skor warna kuning telur. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan perlakuan memberikan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jamu tidak mempengaruhi konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur, konversi pakan, dan skor warna kuning telur. Nilainya secara berturut-turut berkisar antara 27,40-27,53 g/ekor/hari; 73,04-81,61%; 10,67-11,26 g/ekor; 3,05-3,57 dan 5,75-7,50. Penambahan ekstrak jamu hingga 1% pada air minum belum mampu meningkatkan produksi telur burung puyuh. Kata Kunci: burung puyuh, jahe, kunyit, temulawak ABSTRACT Ginger, turmeric, and curcuma have been widely used as herbal raw materials and increase livestock productivity. This study aims to determine quail egg production (Corturnix corturnix japonica) given herbal (ginger, turmeric, and ginger). About 80 female layers of quail were used and maintained for six weeks. The research design used in this study was a completely randomized design with four treatments, i.e., P0 (control), P1 (0.25% herbal extract), P2 (0.5% herbal extract), P3 (1% herbal extract) and each treatment was repeated four times. Research variables include feed intake, egg production, egg weight, feed conversion, and egg yolk color score. The data were analyzed using analysis of variance and continued with the least significant difference test (LSD). The results showed that the administration of herbal extract did not affect feed intake, egg production, egg weight, feed conversion, and egg yolk color score. The values range from 27. 40-27.53 g/head/day, 73.04-81.61%; 10.67-11.26 g/head; 3.05-3.57 and 5.75-7.50 respectively. It was concluded that the addition of herbal extracts up to 1% in drinking water has not been able to increase quail egg production.
doi:10.25077/jpi.22.2.242-249.2020 fatcat:pb5h5x4jyzddvpuj7fmmqszdce