Critical Discourse Analysis In Indonesia Lawyers Club (ILC) "RKUHP CONTROVERSY" On TV ONE

L.M Ady Marlan Wardoyo Hasim, Lia Maulia Indrayani, Ypsi Soeria Soemantri
2020 Wanastra : jurnal bahasa dan sastra  
On 25 September 2019, Indonesia Lawyers Club (ILC) have made themes Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana controversy or RKUHP controversy. ILC discusses several chapters that invite the pros and cons in the interpersonal community of the article concerning the insult to the President and Vice President, article on the possession of supernatural powers to commit a criminal offense, article on poultry breeding, article on demonstrating contraceptives, articles on abortion, and other. In the
more » ... , and other. In the critical paradigm, the use of language in the media is intentional and has a specific purpose. Seeing this, researchers are interested in seeing the discourse built in the talk show. The researchers used a critical discourse analysis technique model (Teun van Dijk) and found that ILC built a discourse that article RKUHP serves the interests of the Government. The RKUHP intervenes in the privacy of the community, and RKUHP discriminates against certain groups. This discourse also shows the definition and positioning of the ILC position on the participants of the production discourse. ILC placed Karni Iliyas as the dominant moderator so that his reality could be accepted by the public as truth. using the technique of text analysis, social cognition, and context, researchers found a discourse built by ILC confirming the view that the RKUHP invites pros and cons in society. Abstrak -Pada 25 September 2019, Indonesia Lawyers Club (ILC) membuat tema Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana kontroversi atau kontroversi RKUHP. ILC membahas beberapa pasal yang mengundang pro dan kontra di masyarakat interpersonal pasal tentang penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden, pasal tentang kepemilikan kekuatan supranatural untuk melakukan tindak pidana, pasal tentang pebiaran unggas, pasal tentang menunjukkan kontrasepsi, pasal tentang aborsi, dan lainnya. Dalam paradigma kritis, penggunaan bahasa di media disengaja dan memiliki tujuan tertentu. Melihat hal ini, para peneliti tertarik untuk melihat wacana yang dibangun dalam talk show. Para peneliti menggunakan model teknik analisis wacana kritis (Teun van Dijk) dan menemukan bahwa ILC membangun wacana bahwa pasal RKUHP melayani kepentingan Pemerintah. RKUHP mengintervensi privasi masyarakat, dan RKUHP mendiskriminasi kelompok tertentu. Wacana ini juga menunjukkan definisi dan posisii dari ILC pada peserta wacana produksi. ILC menempatkan Karni Iliyas sebagai moderator yang cukup dominan sehingga kenyataannya dapat diterima oleh publik sebagai kebenaran. dengan menggunakan teknik analisis teks, kognisi sosial, dan konteks, para peneliti menemukan wacana yang dibangun oleh ILC yang menegaskan pandangan bahwa RKUHP mengundang pro dan kontra di masyarakat. Kata Kunci: analisis wacana kritis, RKUHP, talk Show, ILC, TV One Wanastra :
doi:10.31294/w.v12i2.8917 fatcat:fqafi2ngnnagli6zvmetbzo2dq