KARAKTERISASI FRAKSI TERAKTIF SENYAWA ANTIBIOTIK ISOLAT KP 13 DENGAN METODE DENSITOMETRI DAN KLT-SEMPROT

Alfian Syarifuddin, Program Studi S1 Farmasi, Universitas Muhammadiyah Magelang, Magelang, Indonesia, Nanik Sulistyani, Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
2019 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina  
ABSTRAK Eksplorasi mikroorganisme Actinomycetes dapat menghasilkan senyawa antibiotik. Salah satu bakteri yang dapat menghasilkan senyawa antibiotik adalah isolat bakteri KP13. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter fraksi terakitf senyawa antibiotik isolat KP13 menggunakan metode densitometri dan reaksi semprot/ pewarnaan hasil elusi kromatografi lapis tipis. Panjang gelombang yang digunakan untuk densitometri 210 nm serta pereaksi semprot yang digunakan meliputi ninhidrin,
more » ... puti ninhidrin, Dragendorff, 2,4-dinitrofenil hidrazin (2,4-DNPH), dan anisaldehid asam sulfat. Hasil penelitian menggunakan densitometri pada panjang gelombang 210 nm menunjukkan kromatogram puncak tertinggi pada Rf 0,78. Senyawa yang diduga bertanggung jawab pada nilai Rf 0,78 mempunyai karakteristik senyawa Terpenoid, alkaloid, dan karbonil. ABSTRACT Exploration of microorganisms Actinomycetes can produce antibiotic compounds. One of the bacteria that can produce antibiotic compounds is the KP13 bacterial isolate. The purpose of this study was to determine the character of the fraction of KP13 isolates using the densitometry method and the spray / colouring reaction of thin layer chromatography elution. The wavelengths used for densitometry 210 nm and spray reagents used include ninhydrin, Dragendorff, 2" and sulfuric acid anisaldehyde. The results of the study using densitometry at a wavelength of 210 nm showed the highest peak chromatogram at Rf 0.78. The compound that is thought to be responsible for the Rf value of 0.78 has the characteristics of Terpenoid compounds, alkaloids, and carbonyl.
doi:10.36387/jiis.v4i1.263 fatcat:ugvpoo5xqrfz5cmdkprvqfebbm