Pengaruh kebijakan dividen, kebijakan hutang, profitabilitas, dan likuiditas terhadap harga saham

Hana Chabibatul Latifah, Ani Wilujeng Suryani
2020 Jurnal Akuntansi Aktual  
The purpose of this study is to understand the impact of dividend policy, debt policy, profitability, and liquidity on the stock price. By using data from 27 annual reports mining companies in Indonesia from 2008 to 2017, we found that the profitability and liquidity affect the stock price. However, dividend policy and debt policy have no effect on the stock price. The result of this study indicated that the dividend policy and debt policy could not be used as the consideration that could
more » ... on that could affect the stock price. However, the companies and investors could use the profitability and liquidity as the consideration that could affect the stock price. The result of this study can be used by companies to improve the stock price by maintaining a good performance and balancing the proportion current debt with current assets. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan dividen, kebijakan hutang, profitabilitas dan likuiditas berpengaruh terhadap harga saham. Dengan menggunakan data dari 27 laporan tahunan perusahaan pertambangan di Indonesia dari tahun 2008 sampai 2017, penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas dan likuiditas memiliki pengaruh terhadap harga saham. Namun, kebijakan dividen dan kebijakan hutang tidak berpengaruh pada harga saham. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kebijakan dividen dan kebijakan hutang belum bisa digunakan sebagai faktor pertimbangan yang dapat mempengaruhi harga saham. Namun, profitabilitas dan likuiditas dapat digunakan sebagai faktor pertimbangan yang dapat mempengaruhi harga saham. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan harga saham dengan cara menjaga kinerja perusahaan serta menyeimbangkan proporsi hutang lancar dengan aset lancar. PENDAHULUAN Pada saat ini masyarakat mulai sadar dengan pentingnya sebuah investasi. Investasi yang memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan adalah investasi saham. Dividen dan capital gain merupakan keuntungan yang didapat dari berinvestasi saham (Halim, 2018:8). Sebelum melakukan keputusan investasi saham, investor perlu melakukan pengamatan ataupun pengkajian lebih lanjut terhadap saham-saham yang berpotensi menghasilkan keuntungan yang maksimal. Investor dapat memilih sektor industri yang diperkirakan potensial untuk tujuan investasi (Sahamgain, 2018) dengan mempertimbangan risiko investasi. Investor yang berani mengambil risiko akan lebih memilih investasi melalui sektor pertambangan. Hal ini dikarenakan harga saham pada sektor pertambangan mengalami fluktuasi dengan waktu yang begitu cepat dibandingkan dengan sektor industri yang lainnnya (lihat Tabel 1). Fluktuasi ini menandakan tingginya tingkat risiko yang dihadapi, yang diharapkan memberikan tingkat pengembalian (return) yang tinggi pula (Hartono, 2014:257). Harga saham sektor pertambangan sangat volatile, sebagai contoh pada saat kejadian krisis global. Krisis finansial global menyebabkan turunnya harga berbagai komoditas sehingga keuntungan perusahaan pertambangan menurun. Laba perusahaan pertambangan pada tahun 2008 menurun 33% dibandingkan tahun 2007. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar perusahaan pertambangan yang naik 300% dari tahun 2006 ke 2007, turun hingga 74% pada akhir November 2008 (Kontan,
doi:10.17977/um004v7i12020p31 fatcat:qrlqfwdw65c67jfchfzq5qiiye