Dietary Fibres: Their Analysis in Animal Feeding, and Their Role in Rabbit Nutrition and Health

Thierry Gidenne
2014 Wartazoa  
Two centuries ago Heinrich Einhof developed the so-called Weende method (crude fibre), to first deals with the fibre content of the feeds for ruminants, and proposes to isolate a residue called the "crude fibre". Then, dietary fibre concepts evolve and differ in animal feeding compared to human nutrition and health. Animal nutritionists deal with various fibre sources, often from whole plants (forages, by products of seeds processing), and recover a larger range of polysaccharidic components,
more » ... ridic components, including other polymers, such polyphenolic (lignins, tannins) or polylipidic compounds (cutins). Dietary fibres are generally defined as polysaccharides and associated substances resistant to mammal enzyme digestion and absorption that can be partially or totally fermented in the gut. However, today this topic is still subjected to very active research, because of the complexity of the physical structure and chemical composition of the plant cell walls, and in the wide and different physiological effects of these different constituents. The importance of dietary fibre in animal feeding is due to its influence on rate of passage, mucosa functionality and its role as substrate for gut microbes performances and digestive health. This review will describe the definition and different structure of fibres and cell wall constituents and their analytical methods. ABSTRAK SERAT PAKAN: ANALISIS PAKAN TERNAK, DAN PERANAN DALAM NUTRISI DAN KESEHATAN KELINCI Dua abad yang lalu Heinrich Einhof mengembangkan metode Weende (serat kasar), pertama kali berhubungan dengan kandungan serat dalam pakan untuk ruminansia, dan mengusulkan untuk mengisolasi residu yang disebut "serat kasar". Kemudian, konsep serat makanan berkembang yang dibedakan antara pakan hewan, nutrisi dan kesehatan manusia. Ahli nutrisi hewan meneliti berbagai sumber serat, yaitu dari seluruh tanaman (hijauan, produk samping dari pengolahan biji), dan berbagai komponen polisakarida, termasuk polimer lainnya, seperti polifenol (lignin, tanin) atau senyawa polilipida (cutins). Serat pakan umumnya didefinisikan sebagai polisakarida dan zat terkait yang tahan terhadap enzim pencernaan dan penyerapan mamalia yang sebagian atau seluruhnya difermentasi dalam usus. Topik ini masih dalam penelitian, karena kompleksitas struktur fisik dan komposisi kimia dinding sel tumbuhan dan efek fisiologis yang berbeda dari konstituen yang berbeda juga. Pentingnya serat dalam pakan hewan berpengaruh terhadap laju aliran pakan dan fungsi mukosa sebagai substrat untuk performans mikroba dan kesehatan pencernaan. Kajian ini menguraikan secara singkat definisi dan struktur kimiawi serat dan komponen dinding sel, serta beberapa metode analisis yang digunakan.
doi:10.14334/wartazoa.v23i4.1010 fatcat:erkrnfbnwfdz5ppb4yfmyu4fly