LAND CAPABILITY ANALYSIS OF KPHP UNIT VIII SAROLANGUN AND DIRECTIONS OF USE
ina

Ansori Ansori, Dwi Putro Tejo Baskoro, Omo Rusdiana
2020 Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan  
Increasing land demand has resulted land conversion, one of which is forest land conversion. The objectives of this research are to identify: the conversion patterns of forest land use, the classification of land capability, the spatial direction of agroforestry programsand the land conversion in 2025. This research implements map overlay, land capability analysis, and CA-Markov method. The results show that the pattern the conversion in 1990-2015 is dynamic, the biggest change was from 1996 to
more » ... ge was from 1996 to 2003 covering the area of 24,487 hectares. There are five classes of Land capability: classes II, III, IV, VI, and VII with erosion as the biggest limiting factor (e4) dominant in classes IV and VI. Management suggestions consist of 11,361 hectares of agroforestry patterns, 11,228 hectares of reforestation, 3,013 hectares of Tanah Obyek Reformasi Agraria, 102,928 hectares of other management in accordance with Rencana Karya Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu and Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang. Prediction of land use change in 2025 with bussiness as ussual scenario shows 3.6% reduction of Hutan Sekunder with RPHJP implementation scenario, 0.5% HS is reduced; with the strategy of agroforestry scenario shows 105.3% HS increase. ABSTRAK Meningkatnya kebutuhan akan lahan mengakibatkan terjadinya konversi lahan hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi pola konversi lahan hutan di KPHP Unit VII Hulu Sarolangun, 2) mengetahui kelas kemampuan lahan, 3) menentukan arahan spasial program agroforestri, 4) memprediksi konversi lahan di KPHP Unit VII Hulu Sarolangun pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah overlay peta, analisis kemampuan lahan, dan metode CA-Markov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konversi lahan hutan pada tahun 1990-2015 bersifat dinamis, perubahan terbesar terjadi pada periode 1996-2003, meliputi area seluas 24.487 hektar. Kelas kemampuan lahan diidentifikasi menjadi lima: kelas II, III, IV, VI, dan VII dengan faktor pembatas terberat adalah erosi (e4), dominan di kelas IV dan VI. Arahan pengelolaan terdiri dari pola agroforestri seluas 11.361 hektar, reboisasi seluas 11.228 hektar, usulan tanah obyek reforma agraria (TORA) seluas 3.013 hektar, pengelolaan lainnya sesuai dengan RKUPHHK dan RPHJP seluas 102.928 hektar. Prediksi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2025 dengan skenario BAU menunjukkan penurunan 3,6% hutan sekunder (HS), skenario implementasi RPHJP menunjukkan 0,5% HS berkurang, skenario strategi agroforestri menunjukkan peningkatan 105,3% HS. Kata kunci: Penggunaan lahan; overlay; Ca-Markov; prediksi; kelas kemampuan lahan; arah spasial.
doi:10.20886/jakk.2020.17.1.1-16 fatcat:vnj6kfnienevfaf7mwfy7rij4a