Pengaruh Temperatur Sintering pada Konstanta Dielektrik Barium Stronsium Titanat (Ba0,2Sr0,8TiO3) yang dibuat dengan Metode Reaksi Fasa Padat

Alpi Zaidah
2015 Jurnal Fisika dan Aplikasinya  
Intisari Pembuatan sampel Ba0,2Sr0,8TiO3 (BST) telah dilakukan dengan metode reaksi fasa padat. Sampel disintering pada suhu 900, 1000, dan 1100 • C dengan holding time selama 2 jam. Karakterisasi pada sampel dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Besarnya konstanta dielektrik diperoleh melalui pengujian dengan RLC meter. Berdasarkan analisa dengan perhitungan parameter kisi BST dengan suhu sintering 900, 1000, dan 1100 • C adalah a = b = c berturut-turut 3,913, 3,910, dan 3,915 nm.
more » ... , dan 3,915 nm. Nilai parameter kisi a = b = c menunjukkan struktur kristal berbentuk kubik. Ukuran kristal dan regangan kisi sampel dengan suhu sintering 900, 1000, dan 1100 • C berturut-turut adalah 93 nm, 104 nm, 110 nm dan 1,58%, 1,51%, 1,49%. Pengukuran konstanta dielektrik (K) dilakukan pada rentang frekuensi 0,01 hingga 10 kHz. Nilai maksimum terdapat pada nilai frekuensi minimum. Nilai K sampel dengan suhu sintering 900, 1000, dan 1100 • C masing-masing sebesar 1388, 3299 dan 3870 pada frekuensi minimum. Abstract Ba0,2Sr0,8TiO3 samples have been fabricated by solid state reaction. The samples were sintered at temperature 900, 1000, and 1100 • C for 2 hours. Characterization of sample using XRD. The analysis exibits that the cubic lattice parameter of BST sintered at 900, 1000, and 1100 • C are a = b = c respectively 3.913, 3.910, 3.915 nm. The particle sizes and lattice strains of sampel sintered at 900, 1000, and 1100 • C respectively 93 nm, 104 nm, 110 nm and 1,58%, 1,51%, 1,49%. Dielectric constant (K) measurements were performed at the range of frequency 0.01 to 10 kHz where the values are maximum at a minimum frequency. The K values for samples sintered at 900, 1000, and 1100 • C at minimum frequency are 1388, 3299 and 3870 respectively.
doi:10.12962/j24604682.v11i2.1062 fatcat:ths22eqkgzfg3dyhan2ogkkn4i