Model Goal Orientation Sebagai Efek dari Persepsi Quality Of School Life Serta Implikasinya Terhadap Prestasi Mahasiswa Psikologi Jurnal Psikologi

Sulis Fakultas, Psikologi Universitas, Esa Unggul, Jl Utara, Tol Tomang, Kebon Jeruk
2015 unpublished
Abstrak Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran model goal orientation mahasiswa sebagai efek dari persepsi quality of school life serta implikasinya terhadap prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kemampuan internal yang dimilikinya, namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor di luar dirinya yaitu yang berkaitan dengan kualitas kehidupan kuliahnya ( quality of school life).Quality of school life merupakan
more » ... hool life merupakan derajat kepuasan dan kesejahteraan mahasiswa terhadap aspek-aspek fisik maupun non fisik serta pengalaman mahasiswa selama berada di kampus, baik pengalaman positif maupun negatif. Pengalaman tersebut bersifat subjektif berupa pengalaman sosial, pengalaman terhadap tugas yang diberikan serta hubungan antara mahasiswa dengan otoritas dalam hal ini dosen dan kelompok sosial pertemanan di kampusnya. Pengalaman yang positif memuaskan cenderung dapat membuat mahasiswa antusias, termotivasi dalam menjalani proses belajar mengajar dan mengarahkan perilakunya yang berorientasi pada goal (goal orientation) yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan persepsi quality of school life terhadap goal orientation mahasiswa. Sedangkan persepsi quality of school life berpengaruh negatif signifikan terhadap prestasi belajar. Di sisi lain, ditemukan bahwa goal orientasi tidak mampu memediasi pengaruh persepsi quality of school life terhadap prestasi belajar. Kata kunci: goal orientation, task involved, ego involved, persepsi of school life, pretasi belajar Pendahuluan Bangku Perguruan Tinggi merupakan salah satu tempat bagi para mahasiswa menuntut ilmu dengan penuh kemandirian, baik dalam pengembangan intelektualitas, kreativitas maupun ketrampilan sosial. Dalam hal pengembangan kemandirian tersebut, para mahasiswa memiliki pilihan aktivitas yang berbeda-beda saat sebelum perkuliahan dimulai maupun setelah perkuliahan dimulai. Dari hasil observasi penulis sekaligus dosen di Universitas Esa Unggul menemukan bahwa ada beberapa mahasiswa yang fokus membaca bahan kuliah, berdiskusi bahan presentasi, di koridor-koridor kelas dan di perpustakaan, melakukan olah raga footsal, panjat tebing di lapangan, membahas kegiatan organisasi di ruangan pusat kegiatan mahasiswa, namun juga cukup banyak yang "nongkrong" sambil bercanda di Kantin Universitas. Dengan kata lain ada beberapa mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan yang berfokus pada prestasi akademik namun juga ada yang mengisi waktu luangnya dengan kegiatan lain di luar akademik. Prestasi akademik dianggap sebagai salah satu tolok ukur peningkatan mutu pendidikan. Artinya semakin tinggi prestasi belajar yang dapat dilihat dari score akademiknya, maka semakin tinggi pula kualitas diri manusia (Fahmie, 2003) . Selain itu, prestasi akademik bisa menjadi tolok ukur dari pemahaman terhadap materi tertentu yang telah diberikan setelah proses belajar pada jangka waktu tertentu dan dinyatakan dalam bentuk nilai (Lestari, 2008). Menurut Bloom (dalam Widiyanti, 2003) prestasi belajar dapat dilihat dari perubahan tingkat kemampuan kognitif yang meliputi kemajuan pada penguasaan ilmu pengetahuan, adanya perubahan sikap serta perubahan ketrampilan yang dicapai. Dari hasil penelusuran data di Departemen Administrasi Akademik (DAA) universitas Esa Unggul, menunjukkan bahwa ada 30% mahasiswa psikologi kelas reguler angkatan 2014 yang memiliki indeks prestasi akademik di bawah 2.50 dan rerata indeks prestasi mahasiswa di angkatan tersebut hanya sebesar 2,78. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar mahasiswa Psikologi Universitas Esa Unggul kelas reguler 2014 belum memenuhi target IPK universitas sebesar yaitu 3,00. Di sisi lain retensi mahasiswa psikologi angkatan 2014 semester genap hanya sebesar 72%. Dengan kata lain ada sebesar 28% mahasiswa yang tidak bertahan atau tidak aktif kuliah dengan beragam alasan yang belum tertelusuri.Seperti diketahui bahwa belajar adalah suatu proses dan prestasi belajar adalah hasil proses belajar yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor
fatcat:27jsokrexzfpfajc5v5vda3ghi