Persepsi Masyarakat Kampung Cieunteung, Kabupaten Bandung tentang Rencana Relokasi Akibat Bencana Banjir

Fanni Harliani
2014 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota  
Diterima: 9 Oktober 2012; disetujui dalam bentuk akhir: 25 Februari 2014] Abstrak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperkecil dampak banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum khususnya di Kabupaten Bandung adalah dengan rencana memindahkan penduduk ke tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap rencana relokasi permukiman di Kampung Cieunteung. Metodologi penelitian dilakukan dengan cara
more » ... ngan cara menyebarkan kuesioner dan dengan mewawancarai berbagai stakeholder terkait seperti tokoh masyarakat dan beberapa instansi pemerintahan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kampung Cieunteung, Kabupaten Bandung menolak adanya rencana relokasi sebagai upaya menanggulangi bencana banjir. Faktor-faktor yang mempengaruhi penolakan masyarakat ini meliputi proses penyebaran informasi, komunikasi antar stakeholder, serta keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, tingkat pendidikan, hubungan sosial masyarakat yang terjalin, serta cara menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Kata kunci. Pengelolaan risiko banjir, relokasi, Daerah Aliran Sungai (DAS), persepsi masyarakat [Abstract. One of the efforts made by government to minimize the impact of flooding in the Citarum River Basin, particularly Bandung District, is through relocation. This study aims to identify factors influencing inhabitants' perceptions on the relocation plan in Cieunteung. The research methods inlcude distributing questionnaire and conducting interviews with related stakeholders. The analysis shows that most of the people in Cieunteung rejected the relocation plan. Factors influencing this community rejection consist of information dissemination process, inter-stakeholders communication, community involvement in the planning process, level of education, social relations, and aspiration chanelling to the government.
doi:10.5614/jpwk.2014.25.1.3 fatcat:qvuznyemlvfyfpiee6uszomlxy