KOROSI BAJA DI MUARA BARU JAKARTA DAN INDRAMAYU DENGAN SIMULASI PASANG SURUT UJI WET-DRY

Gadang Priyotomo, Siska Prifiharni, Lutviasari Nuraini, S Sundjono, Ibrahim Purawiardi
2019 Jurnal Kelautan  
The corrosive destruction of steel as material of maritime infrastructure had been investigated using simulated wet-dry test, loss weight, energy dispersive X-Ray spectroscopy (EDS) and X-ray diffraction (XRD) in seawater solutions of Muara Baru,Jakarta; Karangsong and Eretan regions, Indramayu. Controlled solution used as the comparison of natural seawater are 3,5% NaCl and 5% NaCl. The results shows that uniform corrosion took place on carbon steel after the exposure. The resistance of
more » ... esistance of corrosion increases rapidly on the first 7 days, then decreases with increasing exposure time. The effect of conductivity, salinity and total dissolve solids (TDS) of test solutions for steel corrosion process was almost same at each interval of exposure time. The decrease of dissolved oxygen (DO) enhances corrosion rate on the first 7 days, which indicated the formation of oxide layer as the further barrier of corrosion process. The role of high concentration for chloride ion increases corrosion rate after 7 days of exposure time, which interfere the forming of stable oxide layer on the metal surface. That interference induces corrosion rate tends to increase again. The compound of γ FeO(OH) (Lepidrococite) formed as predominant corrosion product. ABSTRAK Kerusakan akibat korosi baja sebagai material Infrastruktur maritim diinvestigasi menggunakan uji simulasi Wet-Dry, kehilangan berat, energy dispersive X-Ray spectroscopy (EDS) dan X-ray diffraction (XRD) dalam media air laut Muara Baru Jakarta, Karangsong dan Eretan, Indramayu. Larutan kontrol digunakan sebagai perbandingan air laut alami yaitu 3,5% NaCl dan 5% NaCl. Hasil penelitian menyatakan bahwa kerusakan merata korosi terjadi pada Baja setelah ekspos. Ketahanan korosi meningkat cepat pada 7 hari pertama kemudian menurun seiring dengan meningkatnya waktu ekspos. Pengaruh nilai konduktivitas, salinitas dan total dissolved solid (TDS) terhadap proses korosi baja hampir sama di setiap waktu ekspos. Penurunan oksigen terlarut meningkatkan laju korosi pada 7 hari pertama, mengindikasikan pembentukan lapisan oksida sebagai penahan laju korosi lebih lanjut. Peran ion klorida yang tinggi, meningkatkan laju korosi setelah 7 hari waktu ekspos, mengganggu terbentuknya lapisan stabil oksida di permukaan logam. Gangguan tersebut menyebabkan laju korosi cenderung akan meningkat kembali. SenyawaγFeO(OH) (Lepidrococite) terbentuk sebagai senyawa utama produk korosi.
doi:10.21107/jk.v12i1.4800 fatcat:x2yv6fykrjh2bober6we4m45jq