Editorial

Editorial Team
2020 Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat  
EDITORIAL Awal tahun 2020, dunia sedang dilanda wabah. Corona Virus Disease (COVID-19) menyebar ke lebih 200 negara, tidak terkecuali di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dan tingkat kematian yang cukup tinggi, termasuk di Indonesia. Di tengah kondisi sulit ini, hoaks mengenai berita seputar virus tetap saja marak. Akun resmi khusus penanggulangan COVID-19 milik pemerintah Indonesia berhasil menangkal dan mengklarifikasi sekitar 200 hoaks yang sudah bertebaran di
more » ... bertebaran di media. Hal ini menimbulkan keprihatinan sekaligus kesadaran bahwa kita memang berada di sebuah masa yang berbeda dengan sebelumnya. Awal abad 20, para pemikir menamakan era saat ini dengan era Pascamodern. Sesuai dengan penamaannya, kita berada pada zaman yang sedang melepas bayang-bayang dari sebuah era yang memegang erat modernisme. Manusia mulai beralih dari pemikiran yang rasional, kemajuan ilmu pengetahuan melalui metode empirisnya, dan penekanan pada objektifikasi pemikiran individu menuju pada relativitas. Kebenaran adalah relatif. Dalam bidang kemasyarakatan, perubahan dari pola hidup masyarakat industri ke informasi semakin menunjukkan kekhasan era ini. Sejatinya, kebohongan itu sudah ada sejak zaman purba. Teknologi informasi hanya mempercepat dan mempermudah akses untuk menyebarkan kebohongan. Media sosial menggeser identitas individu yang membutuhkan medan pengakuan yang baru. Di fase itulah, para aktor yang berkepentingan melakukan disinformasi untuk mencapai tujuannya. Hal tersebut dijabarkan oleh Mauritius Wera dalam artikelnya yang berjudul: "Meretas Makna Post-Truth: Analisis Kontekstual Hoaks, Emosi Sosial dan Populisme Agama". Artikel kedua ditulis oleh Kevin Nobel dengan judul: "Revisiting Se cularism in Western Christendom: a Theological and Sociological Approach". Penulis melakukan pendekatan sosiologis dan teologis untuk melihat tahapan bagaimana sekularisme mempengaruhi kehidupan sosial dan gereja. Meskipun melakukan penelitian di institusi agama Kristen di Barat, penulis
doi:10.33550/sd.v7i1.160 fatcat:cunyilk7frbsji3lttjfepcvsy