Engineering Geological Investigation of Slow Moving Landslide in Jahiyang Village, Salawu, Tasikmalaya Regency

Dwi Sarah, M. R. Daryono
2012 Indonesian Journal on Geoscience  
An understanding of landslide mechanism is imperative to determine the appropriate mitigation method. The slow moving landslide (creeping) which occurred in Kampung Salawangi, Jahiyang Village, Salawu Subregency, Tasikmalaya had caused economical and environmental losses due to the frequent active movement particularly following rainfall events. Engineering geological investigation and slope stability analysis were carried out in the studied area in order to elucidate the mechanism of the
more » ... hanism of the landslide. The engineering geological investigation consists of local topographical mapping, geotechnical drillings, hand borings, cone penetration, and laboratory tests. The slope stability assessment of the recent landslide was conducted by a finite element method. The results of engineering geological data analysis show that the studied area is composed of residual soils of soft to firm sandy silt and loose to compact silty sand and base rock of fresh to weathered volcanic breccias with groundwater level varying between 3 -16 m. The engineering properties of the residual soils indicate that the sandy silt is of high plasticity and the shear strength properties of the sandy silt and silty sand show low value with effective cohesion of 6.0 -21.74 kPa and effective friction angle of 12.0 0 -25.98 0 . The assessment of slope stability shows that the stability of the studied area is largely influenced by the rise of groundwater level marked by the decrease of safety factor and increase of slope displacement. Keywords: slow moving landslide, residual soil, rise of groundwater level, finite element method Sari Pengetahuan tentang mekanisme gerakan tanah diperlukan untuk menentukan metode mitigasi yang tepat. Gerakan tanah dengan kecepatan lambat (rayapan) yang terjadi di Kampung Salawangi, Desa Jahiyang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya telah menyebabkan kerugian ekonomi dan lingkungan akibat pergerakannya yang aktif, terutama setelah turun hujan. Penyelidikan geologi teknik dan analisis kestabilan lereng dilakukan di daerah studi untuk mengetahui mekanisme terjadinya gerakan tanah. Penyelidikan geologi teknik yang dilakukan terdiri atas pemetaan topografi lokal, pemboran geoteknik, pemboran tangan, pengujian penetrasi konus, dan pengujian laboratorium. Analisis kestabilan lereng gerakan tanah terkini dilakukan dengan metode elemen terbatas. Analisis data geologi teknik menunjukkan bahwa daerah studi tersusun oleh tanah-tanah residu yang terdiri atas lanau pasiran dengan konsistensi lunak sampai teguh dan pasir lanauan dengan kepadatan lepas hingga kompak serta batuan dasar breksi vulkanik lapuk hingga segar. Permukaan air tanah di daerah studi bervariasi antara 3 -16 m. Sifat keteknikan lanau pasiran dan pasir lanauan memiliki kuat geser yang cukup rendah dengan kohesi efektif 6,0 -21,74 kPa dan sudut geser dalam efektif 12,0 0 -25,98 0 . Analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa kestabilan daerah studi sangat dipengaruhi oleh peningkatan permukaan air tanah yang ditandai dengan penurunan faktor keamanan dan peningkatan pergerakan lereng. Kata kunci: gerakan tanah lambat, tanah residu, kenaikan permukaan air tanah, metode elemen terbatas
doi:10.17014/ijog.v7i1.133 fatcat:sqvxbyk2czbsjm2eiiku2sglsy