ANALYSIS OF SUSTAINABILITY STATUS OF ECOTOURISM IN MOUNT RINJANI NATIONAL PARK
ina

Pipin Noviati Sadikin, Sri Mulatsih, Hadi Susilo Arifin, Bambang Pramudya Noorachmat
2020 Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan  
Ecotourism in Mount Rinjani National Park (MRNP) faces various environmental problems that lead to conflicts. Therefore, an analysis of sustainability status of MRNP ecotourism management is carried out. The method for evaluating the sustainability status of MRNP ecotourism management is MDS (multi-dimensional scaling) with Rap-fish or Rapid Appraisal Index modified to Rap-ecotourism. The index value to determine the sustainability status is obtained from scoring value of dimensions' attributes
more » ... ensions' attributes studied. Then, a leverage analysis is performed to observe the leverage's attributes and fall into the sensitive category as a driver for determining the sustainability of a dimension. These attributes need to be intervened by developing policies so that the index value goes into a sustainable level. The results show that the economic dimension (58.49%) is in quite sustainable level, while the ecological dimension (35.94%), social dimension (45.81%), ecotourism service dimension (39.58%), and technology and infrastructure dimension (35.29%) are in less sustainable stage. While institutional and policy dimension (23.76%) is in not sustainable status. On institutional and policy dimensions, the main lever attributes are (1) local institutions (5.53%), (2) partnerships and collaborations (5.53%), and (3) MRNP ecotourism management and control regulations (5.36%). ABSTRAK Ekowisata di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang berujung pada konflik. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang status keberlanjutan pengelolaan ekowisata TNGR. Metode penilaian status keberlanjutan pengelolaan ekowisata TNGR adalah MDS (multi-dimensional scalling) dengan Rapid Appraisal Index Rap-fish yang dimodifikasi menjadi Rap-ecotourism. Nilai indeks untuk menentukan status keberlanjutan diperoleh dari nilai scoring atribut dimensi yang dikaji, kemudian dilakukan analisis leverage untuk melihat atribut pengungkit yang masuk kategori sensitif dan berperan menentukan keberlanjutan sebuah dimensi. Atribut tersebut perlu diintervensi dengan mengembangkan kebijakan agar nilai indeks-nya masuk ke dalam tingkat keberlanjutan. Hasil analisis status keberlanjutan pengelolaan ekowisata TNGR menunjukkan dimensi ekonomi (58,49%) sudah cukup berlanjut, sedang dimensi ekologi (35,94%), dimensi sosial (45,81%), dimensi layanan ekowisata (39,58%), dan dimensi teknologi dan infrastruktur (35,29%) kurang berlanjut. Dimensi kelembagaan dan kebijakan (23,76%) berada pada status tidak berlanjut. Pada dimensi kelembagaan dan kebijakan, atribut pengungkit utamanya adalah (1) kelembagaan lokal (5,53%), (2) kemitraan dan kolaborasi (5,53%), dan (3) peraturan pengelolaan dan pengendalian ekowisata TNGR (5,36%).
doi:10.20886/jakk.2020.17.1.33-51 fatcat:4fgfy4hwzjbw3m667mvrvtno74