Early hydroxychloroquine and azithromycin as combined therapy for COVID-19: a case series

Siswanto Siswanto, Oktaviarum S. Utama, Agit S. Adisetiadi, Maria E. Pranasakti, Mohamad S. Hakim
2020 Journal of the Medical Sciences  
Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a worldwide outbreak caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The World Health Organization (WHO) has declared it as a public health emergency of international concern (PHEIC) and eventually a pandemic. Many clinical trials have been conducted to investigate potential and effective therapies for COVID-19. Here we reported the outcome of three COVID-19 cases treated early with the combination of hydroxychloroquine and
more » ... oquine and azithromycin. Early treatments of suspected or confirmed positive COVID-19 cases with this combination therapy is to avoid disease progressions into a more severe and irreversible state. In these cases, clinical, radiological, and laboratory features were followed up. No complications were observed. The COVID-19 patients treated with this early combination therapy showed good clinical and virological responses. ABSTRAK Coronavirus diseases 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang telah menjadi wabah di seluruh dunia dan disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kondisi ini dalam kategori public health emergency of international concern (PHEIC) dan juga menetapkan sebagai sebuah pandemi. Banyak uji klinis dilakukan untuk menemukan terapi potensial dan efektif untuk COVID-19. Kami melaporkan luaran dari tiga seri kasus yang mendapatkan pengobatan awal dengan kombinasi hidroksikloroquin dan azitromisin. Tujuan pengobatan terhadap pasien tersangka maupun yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 dengan menggunakan terapi kombinasi obat ini pada tahap awal penyakit adalah untuk mengurangi progresivitas penyakit menjadi lebih parah dan ireversibel. Pemeriksaan klinis, radiologi, dan hasil laboratorium diikuti untuk melihat kondisi pasien. Tidak ada komplikasi yang ditemukan. Pasien yang diobati dengan terapi kombinasi ini menunjukkan respon klinis yang baik.
doi:10.19106/jmedscisi005203202016 fatcat:ubpegl655bcaffjhggl6riurgm