Analisis Strategi Pengembangan Bisnis PT. TAF (Toyota Astra Financial Services)

Ari Surya Rusdiono, Alla Asmara, Kirbrandoko Kirbrandoko
2020 Jurnal Manajemen dan Organisasi  
ABSTRACTPT.TAF is one of financial company in Indonesia. The business model that has been implemented so far is highly dependent on dealer as business partner. In 2017 and 2018, the company suffered quite a lot of losses that caused of high Non Performing Loan (NPL). This is caused by decrease in existing consumer's segment so the profit of company decrease more than 80 percent. There were management and organization structure changes in 2018, which lead to the expectation of company's
more » ... company's performance improvement. Therefore, new strategy is needed to enhance company's performance. Interviews were conducted with interviewess (Director, General Manager, Department Head) selected by purposive sampling to identify company's internal and external strategic issues. The Internal Factor Evaluation matrix (IFE) and External Factor Evaluation matrix (EFE) are used to evaluate company's internal and external conditions. Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) matrix is used to find alternative strategies to improve company performance. And then the alternative strategies are selected to find the priority using Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). There are 6 alternative strategies to improve company performance and from those strategies, two strategies were choosen as main priority that will be executed by the company. The two strategies are create application (digitizing)information, simulations, credit applications for consumer and dealer also increase spred (profit margin) of consumers who will pay off or have paid off (good credit history) with non retail financing program.Keywords: BMC, EFE matrix, IFE matrix, SWOT matrix, QSPM ABSTRAKPT. TAF adalah salah satu perusahaan pembiayaan yang ada di Indonesia. Model bisnis yang dimiliki selama ini sangat tergantung kepada dealer sebagai rekan bisnis. Pada tahun 2017 dan 2018, perusahaan mengalami kerugian cukup banyak yang diakibatkan oleh tingginya Non Performing Loan (NPL). Hal ini diakibatkan menurunnya segmen konsumen yang ada sehingga keuntungan perusahaan turun lebih dari 80 persen. Pada tahun 2018 terjadi perubahan manajemen dan struktur organisasi, dimana diharapkan perusahaan dapat memperbaiki kinerjanya. Oleh karena itu dibutuhkan strategi baru untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Wawancara dilakukan terhadap narasumber (Direktur, General Manager, Kepala Departemen) yang dipilih secara purposive sampling untuk mengidentifikasi isu strategik internal dan eksternal perusahaan. Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE) digunakan untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal perusahaan. Matriks Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) digunakan untuk mencari alternatif strategi perbaikan kinerja perusahaan. Alternatif strategi ini dipilih prioritasnya dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Diperoleh enam alternatif strategi untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan dari 6 strategi tersebut dipilih dua sebagai prioritas utama yang akan dijalankan oleh perusahaan. Dua strategi tersebut adalah membuat aplikasi (digitalisasi) informasi, simulasi, pengajuan kredit untuk konsumen dan dealer serta meningkatkan spread (margin keuntungan) dari konsumen yang akan lunas atau sudah lunas (histori kredit baik) dengan program pembiayaan non retail.Kata Kunci: BMC, matriks EFE, matriks IFE, matriks SWOT, QSPM
doi:10.29244/jmo.v10i1.28858 fatcat:22urgpdxibhpleleroeyajwe44