Qiyas Sebagai Salah Satu Metode Istinbāṭ Al-Ḥukm

Ahmad Masfuful Fuad
2016 Mazahib  
One of the methods of deriving Islamic law which is widely known in the study of usul fiqh is qiyas. Qiyas is very popular among the scholars of Shafi"i. In simple terms, qiyas can be interpreted as an attempt to equate the law of a case that does not have a legal naṣṣ to the case that already has a legal naṣṣ, because of the equation of 'illat. This article try to study qiyas as one method in istinbāṭ al-ḥukm by describing several aspects including the elements, requirements and steps that
more » ... and steps that must be passed by a mujtahid who want to derive Islamic law through qiyas method. Keywords: qiyas, method of istinbāṭ al-ḥukm. Abstrak: Salah satu metode penggalian hukum Islam yang banyak dikenal dalam kajian usul fikih adalah qiyas.Qiyas sangat populer di kalangan ulama mazhab Syafi"i. Secara sederhana, qiyas dapat diartikan sebagai upaya menyamakan suatu hukum dari peristiwa yang tidak memiliki nas hukum dengan peristiwa yang sudah memiliki nas hukum, sebab adanya persamaan "illat. Adapun artikel ini mencoba menelaah qiyas sebagai salah satu metode dalam istinbāṭ al-ḥukm dengan memaparkan beberapa aspek termasuk unsur-unsur, prasyarat dan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh seorang mujtahid yang hendak menggali hukum Islam melalui metode qiyas. Kata kunci: qiyas, metode, istinbāṭ al-ḥukm. Ahmad Masfuful Fuad, Qiyas Sebagai Salah Satu Metode Istinbát al-Hukm| 43 A. Pendahuluan Ketika masyarakat Muslim tumbuh, muncul berbagai persoalan baru yang kebanyakan di antaranya belum pernah ada status hukumnya. Para ulama dan fukaha mencoba memecahkan persoalan ini dengan menggunakan analogi deduktif dari al-Qur"an dan Sunnah. Analogi deduktif ini disebut dengan qiyas.Pada prinsipnya, qiyas memberipemahaman kepada para ulama bahwa dua kasus yang berbeda dapat dipecahkan dengan mengacu pada aturan yang sama. 1 Qiyas merupakan salah satu metode istinbāṭ (menggali) hukum yang populer di kalangan mazhab Syafi"i. Dalam urutannya, mazhab Syafi"i menempatkan qiyas berada di urutan keempat setelah al-Qur"an, hadis, dan ijmak. Imam Syafi"i 2 sebagai pelopor mujtahid yang menggunakan qiyas sebagai satusatunya jalan untuk menggali hukum, mengatakan bahwa yang dinamakan ijtihad 3 adalah qiyas. Beliau mengatakan bahwa "ijtihad" dan "qiyas" merupakan dua kata yang memiliki makna yang sama. 4 Artinya, dengan cara qiyas, berarti para mujtahid telah mengembalikan ketentuan hukum sesuai dengan sumbernya: al-Qur"an dan hadis. Sebab, hukum Islam, kadang tersurat jelas dalam nas al-Qur"an atau hadis secara eksplisit, kadang juga bersifat tersirat secara implisit. Hukum Islam adakalanya dapat diketahui melalui redaksi nas, yakni hukum-hukum yang secara tegas tersurat dalam al-Qur"an dan hadis, adakalanya harus digali melalui kejelian memahami makna dan kandungan nas, yang demikian itu dapat diperoleh melalui pendekatan qiyas. 5 Adapun artikel ini akan membahas qiyas sebagai salah satu metode istinbāṭ hukum dalam koridor usul fikih dengan mengulas berbagai unsur dan aspeknya.
doi:10.21093/mj.v15i1.606 fatcat:tjdi4xftvnhbrnw6gmlm6737bm