Penerapan Teori Struktur Cerita pada Pembuatan Film

Angela Oscario
2011 Humaniora  
Since it was created in 19 th century, film has been developed into one important communication media. The successful of communication depends on how the story was told; therefore many story structure theories were created. Unfortunately, those theories are rarely applied. Literature and field studies were performed to delve deeper in story structure theories and their implementations, starts from 3 acts structure, 8 sequences structures, and hero's journey. Based on observation, these theories
more » ... ion, these theories have been used in many box office films. Those theories are flexible, not strict formulas more likely the guidance maps to compose story. Structure story theories are the frameworks. But the content in the framework depends on each individual's creativity. Therefore, using those theories won't make our story generic. Story structure theories are tools to provoke, encourage, boost, and develop creativity. By implementing various structure story theories, film industries are expected to produce films with high-quality story that can be better in conveying any particular, messages. ABSTRAK Sejak diciptakan pertama kali pada abad 19, film berkembang menjadi salah satu media komunikasi yang penting. Melalui film, beragam pesan dalam berbagai bidang dapat dikomunikasikan untuk menimbulkan kepedulian, bahkan menggerakkan masyarakat. Keberhasilan komunikasi sebuah pesan sangat tergantung pada cara penyampaian cerita. Oleh sebab itu untuk membantu penyusunan sebuah cerita, diciptakan berbagai teori struktur cerita. Sayangnya, sering kali muncul keengganan untuk menerapkan teori struktur cerita. Teori-teori itu dianggap mengekang kreativitas, bahkan mematikan originalitas sebuah karya. Studi literatur dan studi lapangan dilakukan guna mendalami teori-teori struktur cerita dan penerapannya, mulai dari teori struktur cerita klasik 3 babak, 8 sekuen, hingga hero's journey. Berdasarkan pengamatan teori-teori ini telah dipercaya dan digunakan untuk merancang struktur cerita berbagai film box office. Bukannya mengekang, teori struktur cerita justru membantu menyusun cerita yang dinamis, dramatis, dan lebih fokus terhadap pesan yang ingin dikomunikasikan. Teori struktur cerita bukanlah formula baku melainkan peta panduan untuk menyusun cerita. Teori struktur cerita menyerupai sebuah kerangka, di mana untuk mengisi kerangka tersebut sangat tergantung pada kreativitas tiap individu. Oleh sebab itu teori struktur cerita tidak menghasilkan cerita yang generik. Teori struktur cerita justru merupakan alat bantu untuk memancing, mendorong, mengolah dan mengarahkan kreativitas. Dengan penerapan teori struktur cerita, diharapkan industri perfilman dapat menghasilkan film yang kuat secara cerita dan dapat mengkomunikasikan pesan dengan lebih baik, dan menarik. Kata kunci: teori, struktur cerita, film, komunikasi Gambar 7 Carl dan buku kenangan Ellie Plot point 1: karakter mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah Carl memutuskan terbang naik rumah balon menuju paradise fall untuk meraih impian lama Ellie. Gambar 8 Carl menerbangkan rumahnya Sekuen 3: karakter mengambil tindakan paling sederhana untuk menyelesaikan masalah Perjalanan di udara mengalami berbagai rintangan, hingga akhirnya mereka terdampar di suatu tempat. Ternyata Paradise Falls sudah ada di depan mata. Namun Carl dan Russel-anak laki-laki yang tidak sengaja terbawa dalam petualangan itu-tidak dapat terbang dalam rumah balon lagi. Gambar 9 Carl dan Russel dalam perjalanan menuju Paradise Fall Sekuen 4: cara yang ia tempuh gagal dan malah memperumit masalah. Carl dan Russel memutuskan berjalan menuju Paradise Falls. Ketika berjalan kaki, Carl dan Russel bertemu Kevin, burung langka, dan Doug, anjing milik pemburu. Gambar 10 Mid point
doi:10.21512/humaniora.v2i2.3185 fatcat:rin7kv3xnnh2lanl2g2lxm5t3y