PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN STRATEGIC MANAGEMENT ANALYSIS AND REPORTING TECHNIQUE (SMART) SYSTEM DI PT TELKOM WITEL MAGELANG

Imam Sodikin, Petrus Wisnubroto, Nisrina Ayunin
2017 unpublished
Abstrak PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, informasi, media, education, dan service (TIMES) di Indonesia. Selama ini, aspek finansial memegang peranan sangat penting dalam mengukur kinerja perusahaan. Terfokus pada aspek finansial ini sering membuat perusahaan hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan dalam jangka waktu pendek, sehingga pengukuran kinerja perusahaan secara keseluruhan
more » ... butuhkan. Metode SMART system merupakan metode pengukuran kinerja yang didasarkan pada sembilan perspektif dan sangat cocok digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan. Hasil yang diperoleh menunjukkan terdapat 16 Key Performance Indicator (KPI). Lima KPI telah memenuhi target, 10 KPI belum atau mendekati target dan satu KPI masih di bawah target. Hal yang harus diperhatikan untuk perbaikan dan peningkatan yaitu pada KPI 10 yang memiliki nilai di bawah target menjadi prioritas utama. Pada KPI yang memiliki nilai belum mencapai target juga perlu diperhatikan serta diperbaiki terutama pada KPI yang memiliki bobot di atas 25% anatara lain, KPI 1, KPI 4, KPI 6 dan KPI 15. Perusahaan diharapkan dapat mengevaluasi dan memperbaiki KPI lain yang kinerjanya memiliki nilai di bawah 7,1 atau berwarna kuning. Kata Kunci: pengukuran kinerja, analytical hierarchy process, smart system I. PENDAHULUAN Pertumbuhan pasar yang sangat pesat menyebabkan persaingan di dunia industri manufaktur maupun jasa semakin meningkat. Setiap perusahaan dituntut untuk mengembangkan strategi. Salah satu cara untuk menentukan strategi yang tepat adalah dengan melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik melalui pengukuran dan perbaikan atas kinerja yang telah dilakukan oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu (Mathis, dkk., 2006). Pengukuran kinerja diperlukan agar perusahaan dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem yang telah ada dan berjalan saat ini, sehingga dapat diketahui apakah sistem telah berjalan baik dan sesuai. Hasil pengukuran kinerja dapat dijadikan landasan bagi perusahaan dan melakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan kinerja, sehingga pada akhirnya perusahaan dapat meningkatkan daya saingnya (Devani, dkk., 2015). Sementara itu, metode pengukuran kinerja (performance measurement) telah berkembang pesat. Para akademisi dan praktisi telah banyak mengimplementasikan model-model baru dari sistem pengukuran kinerja perusahaan, antara lain Balanced Scorecard (Kaplan dan Norton, 1996), Integrated Performance Measurement System (IPMS) (Bititci et al, 1997), dan SMART System (Galayani et al, 1997). PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, informasi, media, education, dan service (TIMES) di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama PT Telkom atau Telkom. Banyaknya permintaan dan kebutuhan konsumen akan sarana komunikasi, sehingga perusahaan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. Perusahaan memerlukan pengukuran kinerja yang terorganisir baik dari aspek finansial maupun non finansial, agar mampu bertahan dengan banyaknya persaingan. Adanya pergeseran tingkat persaingan bisnis dari industrial competition ke information competition dinamakan pergeseran paradigma.
fatcat:v4vdwwbcvfgozhz5lv3mf3xk3i