Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue (Literature Review)

Tri Yuni Sukesi, Supriyati Supriyati, Tribaskoro Tunggul Satoto
2018 Jurnal Vektor Penyakit  
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) was still a public health problem that has been more than 20 years with various efforts. Community participation was great for reducing the incidence of DHF. Community empowerment will greatly assist the government in succeeding DHF preventive efforts so that DHF can be controlled. The method used in this study was a literature study that examines the various references closely related to community empowerment in the control of DHF diseases. References examined
more » ... ferences examined come from the results of research both from within or abroad, books and official reports issued within a period of not more than 10 years. The number of literature studied was 35 literatures.Community empowerment in the control of DHF was necessary because the government can not run alone in efforts to control DHF. All programs that were rolled out will be useless if the community was not involved in planning, monitoring and evaluation processes. This is because DHF was related to environmental problems in which humans were involved in creating an enabling environment for the spread of DHF Community empowerment in . DHF control was important to support the implementation and sustainability of DHF control program. Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakatwalaupun sudah dikendalikan lebih dari 20 tahun dengan berbagai upaya. Peran sertamasyarakat sangat besar dalam upaya pengendalian sehingga pemberdayaanmasyarakat penting dilakukan untuk mengurangi kejadian penyakit DBD.Pemberdayaan masyarakat akan sangat membantu pemerintah dalam menyukseskanupaya preventif DBD sehingga DBD dapat dikendalikan. Metode yang digunakan dalamkajian ini adalah studi literatur yang mengkaji berbagai referensi yang erat kaitannyadengan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit DBD. Referensi yangdikaji berasal dari hasil penelitian baik dari dalam atau luar negeri, buku dan laporanresmi yang dikeluarkan dalam kurun waktu tidak lebih dari 10 tahun. Jumlah literatureyang dikaji sebanyak 35 literatur. Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBDdiperlukan karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam upaya pengendalianDBD. Semua program yang digulirkan akan tidak berguna apabila masyarakat tidakdilibatkan dalam perencanaan, proses monitoring dan evaluasi. Hal ini disebabkankarena DBD berhubungan dengan masalah lingkungan dimana manusia terlibat dalammenciptakan lingkungan yang mendukung terhadap penyebaran penyakit DBD.Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD penting untuk menunjangpelaksanaan dan keberlangsungan program pengendalian DBD.
doi:10.22435/vektorp.v12i2.294 fatcat:regaix3ei5hcxebcweolhlswtm